35 Contoh Pantun Cinta Romantis

Cinta dalam Pandangan Islam

Seorang mahasiswi mengirim surat kepada Shaikh Al-Buthy rahimahullah, dia curhat bahwa saat ini dia sedang tertarik pada seorang mahasiswa, dan siap menikah dengan mahasiswa itu, apakah dosa karena cintanya itu dia sering membayangkan dambaan hati? Terus, kalau dia purpose ke mahasiswa itu, apakah dosa?

Beliau rahimahullah menjawab:

“Cinta itu adalah perasaan yang masuk dalam hati tanpa sengaja, persis seperti lapar, haus dan perasaan lainnya, perasaan seperti itu tidak masuk dalam halal-haram, selama tidak ada implementasi dengan tindakan-tindakan negatif.

Dan menurut saya, daripada kamu galau, lebih baik kamu meminta keluargamu atau sahabat dekatmu yang kamu percayai untuk menyampaikan perasaan itu kepada pemuda yang kamu sukai itu. Hal demikian bukanlah sesuatu yang hina atau dosa selama cara penyampaiannya baik dan sopan.

Kalau kamu berat, atau tidak berani, saya siap menjadi perantara, silahkan kamu kirim nama dan alamat pemuda itu beserta nama dan alamat kamu ke saya, nanti akan saya sampaikan perasaan kamu.

Ingat, Islam itu tidak melarang jatuh cinta, yang dilarang adalah tindakan-tindakan negatif yang kamu lakukan atas nama cinta”.

Gombal Bermodus Pantun Cinta

Perhatian, pantun-pantun cinta di bawah ini bukan untuk disampaikan ke pacar atau siapapun yang belum halal!
Silakan dibaca dan dinikmati sendiri, hehe.

1. Menanam bunga di tepi sungai,
Tepat berada di samping batu,
Seorang pemuda gagah dan pandai,
Telah mengisi kosong hatiku.

2. Ke pulau Kapuk makan gurita,
Belumlah sedap bila tanpa bumbu,
Hatiku takluk oleh wanita,
Yang tak lain adalah kamu.

3. Ia memakai baju kemeja,
Saat pertama kami bertemu,
Baik hati manis wajahnya,
Selalu terekam dalam benakku.

4. Bersama-sama bermain kartu,
Siapa cepat dia yang dapat,
Walau terpisah jarak dan waktu,
Hati kita tetaplah dekat.

5. Seorang guru membuat kubus,
Ajari murid di samping pintu,
Hanya dari cinta yang tulus,
Mampu bertahan hingga akhir waktu.

6. Mencari bunga di tengah taman,
Ketemu mawar kuambil saja,
Wahai kanda yang gagah dan tampan,
Kusiap dilamar kapan saja.

7. Pergi ke danau mencari ikan,
Bersama kawan-kawan sekamar,
Kan tetap berlanjut ini hubungan,
Walau engkau di negeri luar.

8. Ke Jakarta naik pesawat,
Baru tiba pukul delapan,
Cintaku padamu sangatah kuat,
Bagai karang di lautan.

9. Pergi ke pasar menjual bola,
Terus bersabar nunggu pembeli,
Aku ingin kau tahu bahwa,
Cintaku padamu sampailah mati.

10. Menjaga dagangan di toko buku,
Sambil menunggu membaca buku,
Menjaga pandangan adalah prinsipku,
Hingga kamu menjadi istriku.

11. Minum kopi di pulau Bali,
Sambil mencoba dicampur madu,
Kalau kamu masih sendiri,
Izinkan aku jadi pendampingmu.

12. Liburan pergi ke hutan bakau,
Menyaksikan keindahan alam ini,
Hati ini terasa sangat galau,
Menunggu jawaban pujaan hati.

13. Berangkat pergi ke optik mata,
Untuk membeli kacamata baru,
Kalau kamu memang cinta,
Datangi saja langsung ayahku.

13. Sudah berencana ke Ciamis,
Baru keluar ternyata gerimis,
Aku suka dengan si kumis,
Dia sangat baik dan romantis.

14. Pohon kaktus memang berduri,
Sangat berbeda dengan pohon jati,
Sampai sekarang masih sendiri,
Menunggu hadirnya kekasih sejati.

15. Hari sabtu memancing ikan,
Pulang bawa ikan tenggiri,
Hanya satu yang kuinginkan,
Selalu jumpa di alam mimpi.

Tinggalkan komentar