5 Tips Ampuh Menjadi Penjual Online Terpercaya

juztone.com

Halo NetTik-ers. Di antara banyak lapak online yang ada di dunia maya ini, tidak semua seller adalah orang jujur lho, alias penipu. Mungkin karena mereka melihat potensi penipuan di dunia maya tidak sesulit penipuan di dunia nyata dan resikonya pun (kelihatannya) kecil. Kalau udah berhasil menipu satu orang, tinggal kabur. Padahal menurut UU ITE, sebetulnya penipuan online ini ngga kalah ngeri loh sama penipuan offline. Seorang penipu online bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal 4 TAHUN PENJARA! Wow!

Oke, meskipun kalau kita ketipu sama seller abal-abal bisa kita jerat dengan UU ITE, tapi pasti kita tetap akan mencari opsi yang lebih simpel dengan memilih penjual yang jujur sehingga ngga perlu ribet mengurus ini-itu ke kantor polisi dan seterusnya kan?

Baiklah, sesuai janji, pembahasan mengenai transaksi online seri kedua ini akan membahas tentang ciri penjual-penjual jujur setelah sebelumnya saya memberikan rekomendasi mengenai perusahaan-perusahaan online yang terpercaya.

Tips-tips ini bukan hanya untuk para buyer namun juga dianjurkan kepada para seller kalau mau dipercaya sebagai pedagang jujur. Yuk langsung saja kita bahas satu-persatu.

1. Identitas Pribadi Seller

facebook.com/hammadrosyad

Seorang penjual yang bisa memberikan sedikit identitas pribadi itu berpotensi lebih dipercaya oleh calon pembeli daripada penjual yang samasekali menyamarkan identitasnya. Kenapa lebih meyakinkan customer? Dalam ilmu psikologi dagang, seorang customer akan lebih percaya dengan orang yang jelas identitasnya daripada seorang Anonym (orang tidak dikenal) karena dinilai lebih mudah meminta pertanggung jawaban apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

2. Foto Produk yang Meyakinkan

Untuk para seller, pakailah foto produk yang akan kita jual dengan meyakinkan. Kalaupun kita seorang dropshipper usahakan juga punya barang yang akan kita jual. Sebagai bukti bahwa kita memang betul mempunyai dan akan menjual produk tersebut. Kalau perlu, foto produk kita dengan disertai watermark langsung. Jangan diberi watermark baru setelah diedit. Karena itupun bisa dilakukan oleh para penipu.

Untuk calon buyer, masalah foto ini cukup penting. Supaya kita bisa tahu betul barang apa yang akan kita beli. Kalau perlu ketika kita menghubungi seller lewat Private Message, BBM dan WhatsApp minta foto barang yang langsung, maksudnya bukan barang yang ada di lapak mereka. Buktikan bahwa mereka memang betul punya barang yang mereka jual dan bukan asal comot gambar dari Google.

3. Menguasai Produk

Contoh penipu yang mengatakan menjual Zenfone 5 dengan ram 4 GB | source : facebook.com

Wajib bagi para penjual maupun dropshipper untuk menguasai seluk-beluk dari produk yang akan kita jual. Misalkan apabila kita menjual baju, kita harus mengetahui ukuran yang tersedia, bahan, warna, dan harga dari baju yang akan kita jual.

Karena akan fatal akibatnya jika kita tidak mengetahui hal-hal detail. Bahkan penjual yang hanya asal jual (tanpa tahu seluk-beluk yang dia jual) bisa kehilangan kepercayaan konsumen sebesar 50%.

Gambar di sebelah kiri ini adalah salah satu contoh penipu yang mengaku menjual Zenfone 5 dengan RAM 4 GB. Padahal RAM untuk Zenfone 5 keluaran Asus paling maksimal adalah 2 GB.

Kalau mau membeli telefon genggam, laptop atau PC, hendaknya buyer terlebih dahulu mencari informasi barang yang akan kita beli. Bisa cari-cari di Google atapun tanya-tanya ke teman. Jadilah pembeli yang cerdas dan jangan mudah tertipu dengan janji-janji palsu yang terlihat menggiurkan.

4. Berani Pakai Rekber

Rekber atau Rekening Bersama adalah suatu sistem yang terbuat dari inisiatif para penjual yang jujur dan pembeli yang tidak ingin tertipu. Transaksi rekber memerlukan pihak ketiga yang posisinya berada di tengah-tengah. Tugasnya hanya menahan uang. Ini biasanya digunakan untuk transaksi yang bernilai besar untuk meminimalisir terjadinya penipuan. Jasa rekber ini biasanya ditarif mulai dari Rp 10.000,00 sampai Rp 50.000,00 tergantung dari harga produk yang akan di-rekber-kan.

Perumpamaan penggunaan rekber bisa kita lihat seperti kasus di bawah ini:

F ingin membeli laptop gamingyang dijual oleh B. Di Private Messages, F menawarkan rekber dengan menggunakan C sebagai pihak ketiga. B pun setuju. Selanjutnya F mendaftar kepada C dan men-transfer uang pembelian laptop kepada C. Lalu si C melaporkan kepada B bahwa uang telah sampai kepada C. Langkah selanjutnya si B akan mengirim laptop gaming pesanan kepada F. Apabila laptop gaming pesanan F telah sampai kepada F dan F merasa puas karena sesuai pesanan yang diinginkan, F harus melaporkan hal ini kepada C supaya C mengirimkan uang pembayaran kepada B.

Pilihlah rekber yang terpercaya dan sudah dikenal. Jangan sampai terjebak dengan rekber palsu yang bisa jadi komplotan dari pembeli / penjual.

5. Testimoni

Testimoni dapat menambah kepercayaan pembeli kepada penjual sampai sekitar 30%. Mengapa? Karena dengan melihat pengalaman pembeli sebelumnya seseorang dapat lebih percaya dan merasa yakin untuk melanjutkan transaksi. Untuk para seller online yang baru buka lapak akan ada sedikit kendala di bagian ini.

Saran saya untuk para penjual yang baru buka lapak, meskipun kalian belum bisa mencantumkan testimoni, buat pelanggan percaya kepada anda dengan mempraktekkan 4 tips di atas ini. Dan jangan sekali untuk coba-coba membuat testimoni palsu atau mengutip testimoni dari dagangan orang lain. Karena jika ketahuan, tentu integritas anda sebagai penjual akan hancur seketika, meskipun sebetulnya kita pedagang yang jujur.

Terakhir, jadilah pembeli yang cerdas dan penjual yang jujur! Salam sukses!

Tinggalkan komentar