Alternatif Pakan Lele Ini Bisa Anda Coba untuk Mengurangi Pengeluaran Anda

ikan lele sedang diberi pakan
duniaiwak.wordpress.com

Masalah pakan adalah hal penting dalam proses perkembangbiakan ikan lele. Namun, terkadang ada kendala yang kerap dihadapi oleh peternak lele. Misalnya kehabisan stok pakan, jauhnya tempat pembelian pakan, anggaran yang kurang untuk pakan atau mungkin memang ingin menghemat pengeluaran.

Mungkin anda sudah pernah beberapa kali mencoba mencari alternatif pakan, tapi kualitas lelenya malah menurun? Mungkin, inilah perlunya mengapa anda membaca artikel ini, karena yang akan kami bahas adalah alternatif pakan lele yang tetap bergizi tinggi, namun terjangkau.

Pellet Uso

alternatif untuk pakan ikan lele
Ilustrasi: Gambar pellet | pelletsur.com

Pellet Uso ini adalah pellet buatan tiga orang mahasiswa Uiversitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam tim penelitian, mereka adalah Miftahuddin Nur Ihsan, Dwi Prihastuti dan Desiana Nur Fajari.

Mereka tergerak menciptakan Pellet Uso yang murah namun bergizi ini karena prihatin setelah mengetahui data dari Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) bahwa kebutuhan pakan ikan para pembudidaya lele mencapai 10.000 ton setiap bulannya. Sedang di sisi lain harga pakan melambung tinggi.

Cara membuat Pellet Uso cukup mudah. Bahan-bahan yang diperlukan adalah usus dua belas jari ayam, tepung terigu, tepung jagung, cangkang telur, ekstrak kangkung, dedak halus, dan minyak ikan. Takarannya tergantung pada berapa banyak pakan yang akan dibuat.

Usus dua belas jari ayam bisa kita dapat dengan mudah di tempat pemotongan ayam karena sering dibuang sia-sia, padahal, ia banyak mengandung protein. Namun tidak dianjurkan untuk memberi pakan lele dengan ini secara ‘langsung’, dalam artian belum diolah. Karena dapat mengurangi kualitas air di kolam lele.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampur semua bahan-bahan tadi dan dimasukkan ke dalam blender. Setelah semua bahan sudah halus menjadi satu, pindahkan ke priuk atau panci dan tambahkan air panas sebanyak 1,25 kali berat bahan baku. Aduk hingga berubah warna menjadi kecoklatan.

Apabila warna sudah berubah, masukkan tepung kanji, dengan perbandingan satu pertiga dari berat adonan. Bila perlu ditambahkan air panas, tambakan secukupnya. Setelah tercampur rata, dinginkan adonan.

Kalau adonan sudah dingin, giling adonan dengan menggunakan penggiling mie sehingga terlihat seperti pellet normal. Setelah digiling, adonan akan menjadi batangan-batangan basah. Tinggal potong sesuai selera.

Setelah selesai dipotong, jemur potongan Pellet Uso ini hingga kadar air tinggal 10 sampai 20%. Kemudian keringkan menggunakan oven.

“Pengeringan dihentikan apabila pellet telah kering, keras dan mudah patah. Kami pun membuat 5 variasi pellet, yaitu pellet USO dengan perbandingan bahan utama dengan bahan tambahan sebesar 20 persen, 30 persen, 40 persen, 50 persen dan 60 persen. Setiap varian pun kami lakukan uji laboratorium untuk melihat seberapa besar kadar protein pada pellet,” jelas Desiana Nur Fajari.

Dari hasil pengujian, diperoleh kadar protein sebagai berikut: pada varian kadar 20 persen bahan duodenum, proteinnya 16,33 persen; untuk kadar 30 persen, proteinnya 18,43 persen; kadar 40 persen, proteinnya 19,01 persen; kadar 50 persen, proteinnya 22,00 persen dan kadar 60 persen, proteinnya 24,02 persen. Untuk memaksimalkan kadar protein pada pellet, pencampuran limbah usus dua belas jari disarankan bisa mencapai 60 persen.

Pellet Roti Busuk

Roti untuk pakan alternatif lele
tribunnews.com

Punya roti busuk? Jangan langsung dibuang. Roti busuk ini bisa kita gunakan sebagai alternatif pakan yang cukup bergizi, lho.

Setelah ditinjau dari berbagai sumber, didapati hasil bahwa roti busuk tetap mengandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan. Selain itu, pemanfaatan limbah roti busuk ini juga dapat mengurangi kerugian dari pabrik roti sekaligus para pembudidaya lele.

Langkah pembuatannya tidak begitu sulit. Pertama, pisahkan roti-roti busuk tadi dan kumpulkan berdasarkan kadar busuknya. Selanjutnya, giling dan hancurkan roti dengan mesin penghancur, bisa juga pakai blender. Intinya buat roti itu tadi hancur berantakan.

Apabila sudah hancur, masukkan serbuk roti busuk dengan air, tepung terigu dandedak halus ke dalam priuk dan aduk hingga berubah warna. Jika warna adonan sudah mulai berubah, masukkan tepung kanji sebagai bahan perekat. Aduk lagi hingga semua bahan tercampur, kemudian dinginkan.

Langkah selanjutnya adalah proses pencetakan pelet. Adonan yang sudah didinginkan tadi digiling dengan mesin penggiling, kemudian potong-potong sepanjang 2-3cm. Pellet basah yang baru dipotong tadi harus dikeringkan selama 2-4 jam terlebih dahulu sebelum diberi ke ikan. Apabila sudah kering, siram/oleskan pellet tadi dengan minyak ikan.

Alternatif Lain

22102008001
Ilustrasi: Memberi makan lele | duniaiwak.com

Selain dari pellet-pellet buatan sendiri tadi, ada beberapa binatang kecil yang bisa juga dijadikan pakan alternatif lagi bergizi. Antara lain:

Limbah Peternakan Unggas

Biasanya, peternakan unggas menghasilkan limbah rutin berupa ayam-ayam yang mati. Ayam mati ini bisa kita jadikan pakan lele setelah sedikit proses. Antara lain direbus untuk disterilkan dan bulu-bulunya dicabut. Ini berfungsi untuk mengurangi kemungkinan tersebarnya penyakit yang dibawa bangkai. Apa lele suka? Tentu saja, karena pada dasarnya lele termasuk hewan karnivora.

Cara penyajian untuk lele cukup mudah. Cukup ikan ayam utuh tadi di sebuah tadi dan gantungkan bangkai tersebut di dalam kolam lele. Setelah 3 jam, angkat lagi kerangka bangkai ikan agar tidak menjadi residu di dalam kolam.

Bekicot

Bekicot bisa kita kumpulkan atau kalau lebih simpel, cukup pasang plang tanda membutuhkan bekicot. Biasanya ada orang-orang yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang bekicot yang akan datang menghampiri.

Penyajian bekicot ini juga sama seperti bangkai ayam tadi, tidak bisa langsung diberikan begitu saja. Akan tetapi harus direbus terlebih dahulu. Perebusan ini fungsinya untuk mengempukan daging, memudahkan pelepasan cangkang, dan membunuh bibit penyakit yang tidak dikehendaki. Setelah direbus, lepaskan cangkangnya dengan cara dicukil menggunakan garpu. Kemudian, daging bekicot didinginkan dan dicincang kecil-kecil.

Belatung

Belatung (maggot) merupakan sumber protein yang baik buat ikan lele. Belatung dihasilkan dari lalat. Ada beberapa jenis belatung yang cocok untuk dijadikan, salah satunya dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens). Mengapa black soldier fly? Karena belatung ini memiliki kandungan protein kasar hingga 40% dan menurut penelitan BBPBAT cocok untuk pakan lele tambahan.

Untuk membiakkan belatung ini cukup sediakan ember, daun pisang, ampas tahu, sisa ikan asin dan bisa ditambahkan kotoran ayam. Caranya masukkan ampas tahu sebagai bahan utama kedalam ember, lalu tambahkan air bersih dan aduk hingga rata. Kemudian tambahkan ikan asin dan kotoran ayam, lalu tutup permukaannya dengan daun pisang kering agar lalat black soldier fly mau bertelur. Tempatkan ember ditempat teduh dan terlindung dari air hujan.

Setelah kira-kira 3 minggu atau bisa saja kurang dari itu, belatung sudah siap dipanen. Caranya campurkan air pada media kultur, lalu saring untuk memisahkan media kultur dari belatung. Belatung siap diberikan sebagai pakan lele. Untuk bahan baku media kultur sebanyak 100 kg kira-kira akan dihasilkan belatung 60 kg. Perhatikan, jangan menyimpan belatung segar terlalu lama karena bisa berubah menjadi lalat.

3 pemikiran pada “Alternatif Pakan Lele Ini Bisa Anda Coba untuk Mengurangi Pengeluaran Anda

Tinggalkan komentar