bukan ulama peruqyah

Cara Mudah Memakai Sorban ala Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid

sorban habib ali zaenal abidin al-hamid
darulmurtadza.com

Hukum Memakai Sorban (Imamah)

Muncul di dalam benak kita, apakah memakai sorban (imamah, yakni sorban yang dipakai di kepala) itu sunnah atau hanya pakaian adat orang-orang Arab saja. Sebagian kelompok mengatakan itu hanyalah pakaian orang-orang Arab dan bukan sunnah. Namun, sepertinya pendapat itu terbantahkan dengan fakta bahwa kebiasaan orang-orang Arab sekarang bukanlah memakai sorban, akan tetapi mereka memakai syimagh atau ghutrah.

simagh dan ghutrah bukan imamah
ini adalah contoh pemakaian syimagh (kiri) dan ghutrah (kanan) | tbo.com

Maka, pendapat yang tepat menurut kami adalah memakai sorban adalah sunnah apabila diniatkan untuk meneladani cara berpakaian Rasulullah, sebagaimana sunnah-sunnah berpakaian Rasulullah lainnya semisal jubah, cincin, rida (sorban yang ditaruh dipundak), siwak dan lain sebagainya.

Sahabat ‘Amr bin Harits -radliyaLlahu anhu- pernah menyatakan:

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خطب الناسَ وعليه عمامةٌ سوداءُ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya” (HR. Muslim 1359)

imamah putih
Imamah Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid | maxresdefault.com

Imam Bukhariy juga meriwayatkan bahwa imamah ini juga dipakai oleh para sahabat Nabi.

“Dahulu kaum itu (para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150) , Abdur Razzaq dalam Al-Mushonnaf (1566)]

Memakai Imamah menurut Habib Mundzir Al-Musawwa

Sorban (Imamah) adalah salah satu ciri khas pakaian milik kaum muslimin. Hukum memakai sorban adalah dianjurkan karena mengikuti pakaian Baginda Rasulullah dan para sahabat-nya sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhariy di atas.

Selain itu, disunnahkan bagi setiap orang yang mau melaksanakan shalat untuk mengenakan pakaian yang layak dan paling sempurna untuk menghadap Allah. Di antara kesempurnaan busana dalam shalat adalah dengan memakai imamah (sorban), songkok, peci atau lainnya yang biasa dikenakan di kepala ketika beribadah.

Namun begitu, kepala tetap hanya menjadi aurat bagi kaum wanita, bukan untuk kaum pria. Namun, tentunya jangan dijadikan kebiasaan bagi kita untuk masuk ke dalam sholat tidak mengenakan sorban atau peci.

Lebih Dianjurkan Memakainya Ketika Shalat

Syaikh Al-Albaniy berkata, “Menurut hematku, sesungguhnya shalat dengan tidak memakai tutup kepala hukumnya adalah makruh. Karena merupakan sesuatu yang sangat disunnahkan jika seorang muslim melakukan shalat dengan memakai busana islami yang sangat sempurna, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits: “Karena sesungguhnya Allah paling berhak untuk dihadapi dengan berhias diri.” (Permulaan hadits di atas adalah:

“Jika salah seorang dari kalian mengerjakan shalat, maka hendaklah dia memakai dua potong bajunya. Karena sesungguhnya Allah paling berhak untuk dihadapi dengan berhias diri.” [HR Ath-Thahawi]

Syaikh Al-Albaniy berkata lagi, “Tidak memakai tutup kepala bukan kebiasaan baik yang dikerjakan oleh para ulama, baik ketika mereka berjalan di jalan maupun ketika memasuki tempat-tempat ibadah. Kebiasaan tidak memakai tutup kepala sebenarnya tradisi yang dikerjakan oleh orang-orang asing. Ide ini memang sengaja diselundupkan ke negara-negara muslim ketika mereka melancarkan kolonialisasi. Mereka mengerjakan kebiasaan buruk ini ; namun sayangnya malah diikuti oleh umat Islam. Mereka telah mengenyampingkan kepribadian dan tradisi keislaman mereka sendiri. Inilah sebenarnya pengaruh buruk yang dibungkus sangat halus yang tidak pantas untuk merusak tradisi umat islam dan juga tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memperbolehkan shalat tanpa memakai tutup kepala.”

Tidak pernah disebutkan dalam sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tidak memakai tutup kepala ketika shalat kecuali hanya ketika ihram. Barangsiapa yang menyangka beliau pernah tidak memakai imamah (sorban) ketika shalat -selain pada saat melakukan ihram-, maka dia harus bisa menunjukkan dalilnya. [dalam Ad-Dinul Khalish (3/214) dan Al-Ajwibah An-Nafi’ah an Al-Masa’il Al-Waqi’ah (hal.110)]

Jangan terlewat: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis

Nah, sekarang kita sudah tahu sunnahnya memakai sorban (imamah). Namun, mungkin sebagian dari kita masih belum tahu cara memakainya. Sekarang, mari kita lihat tutorial simpel cara memakai sorban (imamah) agar seperti Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid.

Jual Sorban Kaos

UMR_8292
Sorban Polos

habib ali

UMR_7706 - Copy
Contoh Pemakaian Sorban

Sorban / Imamah Hadramaut

– Tersedia Panjang 3 Meter & 4 Meter
– Tersedia Warna Putih &Hitam
– Bahan Kaos Katun
– Lembut dan Halus
– Mudah Dipakai

Hubungi :
WhatsApp : 085 736 441 422
LINE : Umar Habib Rosyadi (ID umarrosyadi)

2 pemikiran pada “Cara Mudah Memakai Sorban ala Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid

  1. Ping-balik: Membuang Rasa Sombong

Tinggalkan komentar