Cara Membuat Pupuk Organik Cair

blogspot.com

Dua Tipe Pupuk Organik Cair

Ada dua jenis pupuk organik cair yang bisa dibuat melalui proses pengomposan. Jenis pertama ialah pupuk organik cair yang dibuat hanya dengan melarutkan pupuk organik (biasa) yang sudah jadi ke dalam air. Jenis pupuk organik yang dilarutkan bisa berupa pupuk kandang, pupuk kompos ataupun campuran dari keduanya.

Pupuk cair tipe ini memiliki suspensi larutan yang kurang stabil dan lebih mudah mengendap. Hal ini menyebabkan pupuk tipe ini kurang cocok untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Apabila ingin menggunakannya, itu berarti harus langsung digunakan dan dihabiskan.

Sedangkan jenis pupuk cair yang kedua adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentaasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan baku utamanya adalah material organik yang belum terkomposkan.

Unsur hara yang terdapat dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair sehingga larutannya pun lebih stabil. Selain itu, ia pun bisa tahan lebih lama apabila sekarang belum digunakan. Pada pembahasan kali ini, yang akan kita jabarkan cara pembuatannya adalah jenis pupuk cair yang kedua ini.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Tipe #2

membuat-pupuk-organik-cair

Bahan yang Perlu Dipersiapkan

  • 1 karung kotoran ayam.
  • 1/2 karung dedak.
  • 30 kg hijau-hijauan (bisa berupa jerami, batang pohon pisang, daun leguminosa dan sebagainya).
  • 100 gram gula merah.
  • 50 ml bioaktivator (EM4).
  • Air Secukupnya.

Peralatan yang Perlu Dipersiapkan

  • Tong plastik kedap udara ukuran 100 liter.
  • 1 meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm).
  • Botol plastik bekas air mineral ukuran 1 liter.

Proses Pembuatan

  1. Rajang bahan-bahan organik yang telah disiapkan menjadi berbentuk kubus.
  2. Masukkan bahan tersebut ke dalam tong dan tambahkan air.
  3. Perbandingan antara bahan organik dengan air adalah 2 banding 1.
  4. Aduk hingga rata.
  5. Larutkan bioaktivator bersama gula merah dan 5 liter air, aduk hingga rata.
  6. Bila sudah rata, masukkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  7. Tutup tong sampai benar-benar rapat dan buat lubang seukuran selang.
  8. Masukkan selang ke dalam lubang tersebut dan rapatkan, bila perlu menggunakan selotip, hingga betul-betul tidak ada celah udara.
  9. Masukkan ujung selang lainnya ke dalam botol yang sudah diisi air.
  10. Pastikan tong benar-benar tertutup rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anerob. Sedangkan fungsi selang hanyalah sebagai penstabil suhu adonan dengan cara membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara yang masuk dari luar ke dalam tong.
  11. Biarkan tong selama 7-10 hari. Untuk mengecek kematangan, coba buka penutup tong dan cium baunya. Apabila sudah memiliki wangi seperti tape, itu berarti adonannya sudah matang.

Adonan pupuk organik telah jadi, langkah selanjutnya adalah memisahkan antara pupuk cair dengan ampasnya. Caranya adalah dengan menggunakan saringan kain, ini bertujuan supaya pupuk cair betul-betul steril dari ampasnya.

Bila sudah dipisahkan, simpan pupuk cair ke dalam botol plastik atau kaca yang tertutup rapat. Pupuk organik cair ini bisa tahan hingga 6 bulan lamanya. Sedangkan ampas adonan tadi bisa juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik padat.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair yang Baik dan Benar

Pupuk organik cair hanya bisa diaplikasikan pada bunga, daun ataupun batang tanaman. Caranya adalah dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu sebelum disemprotkan pada tanaman.

Kepekatan pupuk organik cair yang hendak disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Kebanyakan produk, pengenceran pupuk dilakukan hingga ratusan kali. Bisa dibilang, setiap 1 liter pupuk cair akan diencerkan dengan menggunakan 100 liter air.

Bila ingin merangsang pertumbuhan daun, pupuk cair bisa disemprotkan di tanaman yang baru bertunas. Sedangkan apabila ingin menghasilkan buah, biji ataupun umbi, pupuk disemprotkan pada saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Penyemprotan bisa langsung pada bunga ataupun kepada batang.

Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu, apabila di musim kemarau, atau 3 hari sekali jika di musim hujan.

Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak.

Namun, apabila membuat pupuk organik cair sendiri terasa terlalu sulit, Anda bisa menilik macam-macam pupuk organik cair siap pakai dengan harga yang bisa dibilang terjangkau di sini: Pupuk Organik Cair NASA

You Might Also Like

One comment

  1. 1

    trimakasih artikelnya, sangat jmembantu sekali…..

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>