Memahami Arti, Do’a dan Kiat Supaya Istiqomah dalam Ibadah

Memahami Arti, Do’a dan Kiat Supaya Istiqomah dalam Ibadah

Istiqomah – Istiqomah adalah satu kata yang biasa kita dengar manakala seseorang mendoakan dirinya sendiri atau orang lain, terlebih khusus, dalam suatu pekerjaan yang berkaitan dengan agama, alias ibadah.

Umumnya, kita mendengar kata-kata ini diucapkan kepada orang-orang yang baru masuk islam, alias muallaf, atau orang yang baru berhijrah untuk lebih baik. Akan tetapi, doa tersebut tidak terbatas bagi mereka saja.

Tidak sedikit orang yang berdoa dan selalu mencari cara agar dirinya sendiri bisa istiqomah dalam ketaatan maupun dalam Islam. Orang jenis kedua ini kiranya adalah orang yang telah sadar, bahwa istiqomah adalah barang yang begitu berharga.

Kemudian, barangkali muncul rasa penasaran dalam perasaan kita, “Apa sih arti istiqomah?”. Istiqomah dalam kata serapan dari bahasa arab yang berarti lurus, tegak, teatau disebut juga sebagai konsisten. Seseorang tidak bisa mendapatkan istiqomah dalam ibadah, melainkan itu merupakan petunjuk dari Allah Ta’ala.

Kita mungkin pernah mendengar atau melihat sendiri, bahwa ada seorang yang dulunya dikenal sangat shalih, baik, rajin beribadah, memakai pakaian yang menutup aurat dan sebagainya. Namun, setelah beberapa waktu, kondisinya berbalik 180 derajat. Ia menjadi seorang yang malas beribadah, akhlaknya tidak karu-karuan dan seterusnya. Na’udzubillah.

Menggapai istiqomah artinya seseorang harus terlebih dahulu memahami apa makna istiqomah, apa doa yang dianjurkan agar tetap istiqomah dan bagaimana kiat agar menjadi pribadi yang istiqomah dalam agama. Oleh karena itu, di sini kita akan bahas hal-hal yang berkaitan tentang 3 hal di atas.

Arti Istiqomah

istiqomah dalam ibadah
nettik.net

Secara bahasa, istiqomah adalah mashdar dari fi’il istaqaama-yastaqiimu-istiqaamatan yang berarti seimbang, lurus, bersikap tegak. Secara istilah, dalam Islam ada beberapa pengertian, bergantung bagaimana para ulama itu memahami kata tersebut.

Baca juga: Arti Subhanallah dan Masya Allah

Menurut Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali, yang dimaksud istiqomah yaitu menempuh suatu (ajaran agama) yang lurus tanpa berpaling baik ke kiri maupun ke kanan. Dalam hal ini, istiqomah mencakup pelaksanaan segala bentuk ketaatan (kepada Rabbul ‘Alamin, Allah) baik secara zhohir maupun batin, juga meninggalkan segala larangan-Nya.

Selain itu, ada beberapa pengertian istiqomah yang disandarkan kepada para ulama dan pendahulu dalam agama Islam, berikut diantaranya;

 

  • Abu Bakar Ash-Shiddiq: Istiqomah itu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga.
  • Umar bin Khattab : Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.
  • Utsman bin Affan : Istiqomah artinya ikhlas.
  • Ali bin Abi Thalib : Istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban.
  • Dari Ibnu Abbas : Istiqomah itu memiliki 3 macam arti: Istiqomah dengan lisan (Bertahan terus dalam membaca Syahadat), istiqomah dengan hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat dan jujur) dan istiqomah dengan jiwa (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus).
  • Dari Ar Raaghib : istiqomah itu tetap di atas jalan yang lurus.
  • Dari An Nawawi : Tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin). Jadi istiqomah mengandung pengertian bahwa: “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”.
  • Dari Mujahid: Istiqomah adalah komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla.

Do’a Supaya Istiqomah

doa agar bisa istiqomah
youtube.com

Bagi seorang muslim, berdo’a dan usaha merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam segala hal. Meninggalkan do’a artinya sombong, sebaliknya, orang yang hanya berdo’a saja berarti malas.

Dalam meraih istqomah, ada do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam. Diantaranya adalah,

 يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ و يا مصرف القلؤب صرف قلبي على طاعتك

“Ya Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbiy ‘alaa Diinik wa Yaa Musharrifal Quluub, Sharrif Qalbiy ‘alaa Thoo’atik”

“Wahai Dzat yang Membolak-balikkan Hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu, Islam. Wahai Dzat Pengubah Kondisi Hati, tetapkanlah hatiku pada ketaatan kepada-Mu.”

Kiat Agar Istiqomah dalam Ibadah

belajar istiqomah
pixabay.com

Inilah sebagian tips yang jika diamalkan, Insya Allah bisa istiqomah.

Berkawan dengan Orang Istiqomah

Dalam beristiqomah, kadang kita memerlukan kawan yang terus mengingatkan kita mengenai amal-amal shalih atau bisa kita jadikan teladan dalam beramal. Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).

Demikian pula Nabi Muhammad SAW menyampaikan pentingnya sahabat dalam kebaikan;

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَو تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.

Membaca Kisah Ahli Istiqomah

Diantara yang bisa memotivasi kita untuk senantiasa beramal dengan istiqomah adalah membaca kisah orang-orang yang shalih dan meneladani sikap mereka dalam beramal agama. Ini juga yang menjadi alasan mengapa Allah banyak memberikan kisah-kisah orang shalih dan para nabi di dalam Al-Qur’an. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11)

Selengkapnya baca: 8 Kiat Agar Menjadi Pribadi Istiqomah

Motivasi Agar Istiqomah

Jadi yang bisa kita dapatkan dari penjelasan di atas adalah, istiqomah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan. Teguh dalam satu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh berbagai macam rintangan dalam mendapatkan ridho Allah Ta’ala.

Ketahuilah sobat, bagi mereka yang istiqomah, akan mendapat pahala yang begitu besar, berupa surga dan pertolongan dari Allaah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

 

Tinggalkan komentar