Belajar Tatacara Ruqyah Sesuai Syari’ah + Mp3 Ruqyah

bacaan ruqyah ar-raayah.ac.id

Allah telah menciptakan 2 jenis makhluk yang memiliki beban (mukallaf) untuk beribadah kepada-Nya, yaitu Jin dan Manusia. Dalam prakteknya, banyak diantara dua jenis makhluk tersebut yang ingkar kepada Sang Pencipta dan justru membangkang kepada-Nya. Diantara bentuk keingkaran mereka yang paling adalah tidak mau menyembah kepada Allah alias syirik.

Bentuk-bentuk kesyirikan dominannya terjadi kepada para makhluk Allah dari jenis manusia. Sebagian besar dari manusia ini adalah kufur terhadap Allah dan menjadikan sebagian golongan jin sebagai sesembahan atau tempat perlindungan tandingan selain Allah. Na’udzubillahi min dzalik.

Sebetulnya, tidaklah semua bentuk “kerjasama” dengan jin itu dilarang (baca: Menurut Ulama Ini, Kita Boleh Bekerjasama dengan Jin), akan tetapi pada prakteknya masyarakat lebih banyak yang menjerumus kepada hal-hal yang diharamkan Allah, seperti pesugihan yang memerlukan tumbal, pelet, santet dan sebagainya. Tentu saja hal ini sangatlah dilarang dalam agama Islam.

Oleh karena itu, kita benar-benar harus menjauhi hal tersebut. Namun pertanyaannya, bagaimana kalau sudah pernah terkena atau terlanjur pernah melakukannya? Maka, jawabannya adalah taubat dan ruqyah. Apa itu ruqyah, simak penjelasannya di bawah ini.

Ruqyah

Secara bahasa, ruqyah (Arab: رقية) berasal dari bahasa Arab yang berarti jampi-jampi, mantera atau bacaan. Karena makna ini masih terlalu luas, ia masih memerlukan penjelasan lebih detail agar tidak disalahpahami oleh masyarakat.

Ruqyah (jampi-jampi) telah ada sejak belum munculnya Islam dan sudah tersebar di seluruh belahan bumi dan ‘praktisinya’ adalah para dukun, penyihir dan sejenisnya. Ruqyah-ruqyah yang dijalani oleh para penyihir tersebut tentu saja mengandung unsur-unsur kesyirikan.

Oleh karena itu, ruqyah jenis ini dilarang oleh Nabi SAW. Beliau pernah bersabda dalam sebuah hadits yang panjang mengenai 70.000 umat beliau yang akan memasuki surga tanpa dihisab (dihitung amalannya). Para sahabat pun bertanya-tanya, siapakah gerangan kelompok ini, maka Nabi menjawab;

“Mereka itu adalah orang yang tidak pernah minta di-ruqyah, tidak meminta di-kay (menyembuhkan luka atau perdarahan dengan ditempelkan besi panas pada lukanya) dan tidak pernah melakukan tathayyur (menyandarkan nasib pada undian atau tanda-tanda alam) serta mereka bertawakkal kepada Rabb mereka.”

Para ulama, ketika memperbincangkan mengenai hadits tersebut, mereka sepakat bahwasannya ruqyah yang dilarang adalah ruqyah yang mengandung unsur kesyirikan. Sedangkan, ruqyah-ruqyah yang tidak menggunakan hal tersebut bahkan memakai doa-doa dari Quran serta bertawakkal kepada Allah, maka itu tidak dilarang. Hal ini didukung dengan hadits berikut;

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada paman Kharijah bin Ash-Shalt Attamimi yang telah sukses meruqyah orang gila, lalu ia diberi imbalan 100 ekor kambing. Beliau bersabda, “Ambillah imbalan itu, demi Allah ada orang yang mengambil hasil ruqyah yang bathil, sedangkan kamu sekarang makan dari imbalan ruqyah yang haq’. ( HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu, ruqyah yang dipahami oleh kaedah agama memiliki makna terapi pengobatan dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Quran serta doa-doa yang berpegang kepada dua sumber utama, yaitu Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

Syarat Apabila Ingin Meruqyah

Para ulama telah sepakat tentang bolehnya meruqyah jika terkumpul 3 syarat, yaitu:

  1. Ruqyah tersebut dilakukan dengan menggunakan kalamullah Subhaanahu wata’ala, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya.
  2. Ruqyah dilakukan dengan menggunakan bahasa arab atau dengan sesuatu yang diketahui maknanya dari selain bahasa arab.
  3. Meyakini bahwa ruqyah itu tidak memberikan pengaruh dengan sendirinya tetapi dengan izin Allah Subhaanahu wata’ala.

Sedangkan untuk para peruqyahnya, semua orang diperkenankan untuk melakukan ruqyah, akan tetapi ada sedikit ketentuan khusus bagi orang-orang yang sudah memiliki “masalah” di masa lalunya. Berikut ini syarat-syaratnya:

  • Memiliki aqidah yang bersih dari kesyirikan. Apabila sebelumnya pernah melakukan hal tersebut, hendaknya bertaubat terlebih dahulu.
  • Melaksanakan tauhid yang benar dalam perkataan dan perbuatan.
  • Yakin bahwa tidak ada yang memberikan manfaat atau mudharat bagi jin, termasuk Al-Quran dan doa-doa, kecuali atas izin Allah.
  • Memiliki bacaan Qur’an yang tartil dan jelas.
  • Mendukung beragam bentuk ketaatan dan amal shalih kepada Allah dan Rasul-Nya serta tidak anti terhadapnya.
  • Mempelajari dan mengetahui penyebab-penyebab penyakit yang menerpa sang pasien. Apabila belum tahu, hendaknya mewawancarai pasien. Hal ini agar pelaksanaan ruqyah lebih terarah.
  • Hendaknya terus membentengi diri dengan dzikir, membaca al-Quran serta memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Langkah-langkah dalam Proses Ruqyah

Proses meruqyah terdiri dari 3 fase utama, yaitu fase persiapan, pengobatan dan penjagaan. Berikut ini detailnya.

1. Fase Persiapan (Pra-Ruqyah)

Dalam fase persiapan, peruqyah dan pasien difokuskan pada hal-hal penyebab masalah yang menimpa pasien serta pengoptimal proses ruqyah, diantaranya;

  • Menyeterilkan tempat ruqyah dari najis.
  • Membakar jimat-jimat dan sejenisnya yang dipakai oleh pasien.
  • Memberikan pemahaman kepada pasien bahwa masa lalunya adalah salah dan diajak bertaubat.
  • Dijelaskan mengenai tauhid yang lurus dan bersih dari kesyirikan.
  • Menjelaskan perbedaan antara ruqyah yang syar’i dan ruqyah yang mengandung kesyirikan.
  • Penderita dianjurkan untuk berwudhu, menutup aurat dan apabila ia wanita, maka harus didampingi oleh mahrom-nya.
  • Berdo’a dan bertawakkal kepada Allah Ta’ala.

2. Fase Pengobatan (Ruqyah)

Sebelum meruqyah, hendaknya sang peruqyah memberikan peringatan kepada jin yang berada di dalam tubuh pasien. Apabila belum juga terjadi perubahan, maka baru proses ruqyah dijalankan dengan rentetan seperti ini;

  • Bacakan ayat-ayat al-Qur’an dan do’a-do’a kepada pasien dengan tartil dan bersuara nyaring.
  • Biasanya apabila si penderita memang terkena serangan jin, maka ia akan bereaksi dan jinnya akan mengambil alih raganya (kesurupan) untuk berbicara.
  • Apabila jin berbicara dan bertanya-tanya, maka jawablah seperlunya dan jangan mempercayai perkataan mereka 100% karena di dalam hadits Nabi dijelaskan bahwa jin kafir itu suka berdusta.
  • Mulai proses dakwah kepada jin dengan hikmah. Jelaskan apa itu Allah, Rasulullah dan Islam sehingga menarik perhatian dari jin tersebut.
  • Apabila ia menerima Islam, maka tuntun untuk bersyahadat dan perintahkan untuk keluar dari raga pasien. Akan tetapi, apabila ia menolak dan bersikukuh untuk menzholimi pasien, maka bacakan ayat-ayat siksa kepadanya hingga ia keluar.
  •  Apabila ternyata penyakitnya bukan karena gangguan jin, pasien tidak akan reaksi akan tetapi proses pengobatan akan tetap berpengaruh, insya Allaah.

Tulisan Terkait: Bacaan Ayat-ayat Ruqyah Syar’iyyah

3. Fase Penjagaan (Pasca-Ruqyah)

Apabila ruqyah telah dilaksanakan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah penjagaan. Maksudnya, pasien harus melalui fase penjagaan yaitu menjaga diri dengan bacaan do’a-do’a serta amal ibadah yang rutin guna menguatkan diri yang masih rentan dari serangan jin. Dalam fase ini, pasien dianjurkan untuk;

  • Menjaga shalat berjamaah 5 waktu.
  • Tidak mendengarkan lagu dan musik yang tidak syar’i.
  • Perbanyak mendengarkan Al-Qur’an.
  • Dianjurkan membaca atau mendengarkan Al-Ma’tsurat pada pagi dan petang hari. [Link download ada di bawah]
  • Berwudhu dan membaca ayat kursi ketika hendak tidur.
  • Senantiasa menutup aurat dalam aktifitas sehari-hari kecuali di dalam rumah.
  • Membaca basmalah ketika hendak melakukan segala kegiatan.
  • Perbanyak dzikir tasbih, tahmid, tahlil dan takbir.

Ruqyah Menggunakan Mp3

Bagi orang-orang yang menderita penyakit sedangkan mereka sulit memiliki akses bertemu peruqyah secara langsung, maka bisa menggunakan sarana rekaman ruqyah mp3 untuk melakukannya. Sebelum mendengarkan rekaman ayat ruqyah tersebut, para pasien dianjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah ini agar proses ruqyah lebih optimal;

  1. Membersihkan badan dengan berwudhu atau mandi.
  2. Membersihkan lokasi tempat ruqyah dari kotoran maupun najis.
  3. Shalat mutlaq 2 rakaat dan bertawassul dengannya supaya Allah berkenan memberikan kesembuhan.
  4. Membaca do’a perlindungan dengan ta’awudz atau do’a: “A’uudzu bikalimaatiLlaahit taaammaati min syarri maa kholaq”.
  5. Membaca istighfar, sholawat, syahadat serta “Laa haula wa laa quwwata illaa biLlaah”.
  6. Baca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas serta ayat kursi (masing-masing 3 kali). Lalu tiupkan ke tangan dan usapkan ke seluruh tubuh.
  7. Simak mp3 ruqyah dengan tenang dan khusyu’ dalam keadaan menghadap ke arah kiblat.

Ciri-ciri Orang yang Terkena Gangguan Sihir atau ‘Ain

Ada 4 gejala yang menandakan bahwa suatu masalah berasal dari sihir, jin atau ‘Ain:

1. Terhalangnya Kehidupan dengan Cara yang Tidak Wajar dan Berulang-ulang

Misal: tidak bisa mendapatkan pekerjaan, tidak bisa menyimpan uang, tidak bisa menikah, tidak bisa belajar. Apapun yang anda lakukan tidak berhasil, ada orang berjanji akan menolong tapi ternyata tidak jadi. Kesimpulannya bahwa hidup anda seperti terhalang. Kejadian yang terus berulang seperti ini dapat diindikasikan sebagai gangguan jin.

Gejala yang pertama ini yang disebut sebagai “ikatan uqod”, artinya mereka mengikat hidup anda dengan sihir, sehingga anda tidak bisa maju.

2. Masalah Kesehatan yang Tidak Wajar

Anda merasa sakit, penyakit yang aneh, anda datang ke dokter tetapi dokter tidak faham akan penyakit anda. Karena ada berbagai penyakit yang disebabkan oleh sihir dan jin.

3. Kondisi Mental yang Tidak Wajar

Marah berlebihan, depresi, sedih berlebihan, kecemasan, menjadi pelupa , tidak bisa konsentrasi, atau melihat dan mendengar sesuatu yang akhirnya membawa anda pada kegilaan.

4. Mimpi Buruk yang Berulang

Mimpi-mimpi yang menyebabkan anda tidak merasa nyaman dalam hidup, kehilangan harapan dan selalu bermimpi tentang orang mati dan lain sebagainya.

Tanda-tanda di atas adalah gejala-gejala yang dapat diprediksi sebagai orang yang terkena sihir. Dan intinya dari gejala tadi adalah bagaimana membedakan antara hal normal dan tidak normal pada kehidupan seseorang.

Kiat Membentengi Diri dari Serangan Sihir

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar kita tidak mudah terkena serangan sihir yang membuat kita kerepotan, alangkah baiknya kita terlebih dulu membentengi diri agar tidak mudah diserang oleh sihir. Lakukan cara-cara di bawah ini untuk membentengi diri Anda dan keluarga supaya terjaga dari serangan jin yang jahat.

1. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap setelah subuh dan ashar sebanyak 3x.
2. Membaca Ayat Kursi setiap setelah shalat dan sebelum tidur dan membaca doa:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Maha Sempurna dari kejahatan mahluk ciptaan-Nya.”

3. Membaca doa ini setiap setelah subuh dan magrib sebanyak 3x

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ ا سْمِهِ شَيْءٌ فِيْ اْلأَرْضِ وَلَا فِيْ اْلسَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِْعُ اْلعَلِيْمُ

4. Membiasakan diri untuk membaca Bismillah pada 5 moment sehari-hari, yaitu:

  • Sebelum masuk rumah.
  • Sebelum makan.
  • Sebelum buka pakaian.
  • Sebelum ke toilet.
  • Sebelum bersatu dengan istri.

Download Ruqyah Mp3 dan Al-Ma’tsurat

Download Pdf Bacaan Al-Ma’tsurat: Download
Download Mp3 Rekaman Al-Ma’tsurat Pagi: Download (6 MB)
Download Mp3 Rekaman Al-Ma’tsurat Sore: Download (6MB)
Download Mp3 Rekaman Ruqyah Syaikh Al-Ghamidi:  Download 4Shared (12 MB)
Download Mp3 Rekaman Ruqyah Syaikh Muhammad Jibril: Download 4Shared (17 MB)
Download Mp3 Rekaman Ruqyah Syaikh Abdurrahman Sudays: Download 4Shared (20 MB)
Download Mp3 Rekaman Ruqyah Syaikh Misyari Rasyid: Download Dropbox (40 MB)

You Might Also Like

17 Comments

  1. 1

    Aplikasi mp3 setelah download tdk dapat diputar kenapa ya? Mohon bantuannya

  2. 3

    Banyak memberi masukan. Terima Kasih

  3. 4

    bacaan rugiyat apakah harus semua surat d baca apa boleh beberapa aja….

  4. 6

    Saya ingin meruqiyah sendiri karena memang saya sedang bekerja
    Karena setelah saya tertipu oleh seorg yg mengaku ustad dan akan membantu saya dlm permasalahan hidup saya justru saya jd aneh
    1 usaha apapun gagal
    2 hutang ga bisa bayar karena sell ada masalah
    3 teman jd pada benci ke saya
    4 saya jd tidak bisa mikir buat cari solusi
    5 jd pemurung walau pun tiap hari solat 5 waktu tapi rasanya hidup ini hampa dan sell dalam ancaman
    Mohon sarannya apakah dalam keadaan ini saya boleh beruqiyah mandiri terima kasih
    Saya tdk sok uzon soal org yg ngaku ustad itu tapi beliau telah menipu uang saya dan kabur adakah
    Ini ada hubungan nya karena saya sempet marah sama beliau lewat sms

  5. 7

    Pak habib saya sedang lagi ada masalah besar keluarga saya bahkan saya juga sedang terancam sama orang yang memiliki ilmu hitam seperti teluh,santet,guna guna saya mau minta pendapatnya dimana jalan keluar nya …..terimakasih

  6. 8

    assalamualaikum
    saya trkena pnyakit asmha namun sudah diobati ttp saja tdk smbuh pdhl udh tigaa blan.. gak mendingan juga.. apakh hal itu dikrnakan pengaruh dri gangguan jin??? walaikumsalam

  7. 10

    Assalamualaikum
    Saya sudah lama sering mengeluarkan lendir dari mulut sudah diobati tapi tidak bisa sembuh juga,Apakah itu pengaruh jin atau sebagainya
    Walaikumsalam

  8. 11

    Aku burhan pak dari NTB aku sudah Download Mp3 y setelah19 mnit aku dengar ayat ini sambil berbaring aku merasa tidur setengah sadar didalam tidur ku itu aku melihat jin mataya merah kalo menurut bapak sekarang ni aku harus bagai mana…

  9. 13

    Terimakasih pak atas semuaya

  10. 14

    trimakasih pak atas rekaman doanya

  11. 15

    Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh…
    Saya minta izin untuk bisa saya copy keseluruhan isi tulisan di halam ini perihal mengenai tata cara ruqyah syari’ah,InsyaAllah nantinya bisa sangat berguna untuk diri saya maupun orang di sekitar saya…
    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….
    terima kasih….

  12. 17

    Aslmkm pak ustt,apa yg sy hrus lakukan pak,itri sy aneh minta cerai tmpa alasan kdang2 alasan yg di cari cari,istri sy aneh pk emosi ny tinggi dan suka selingkuh,sdang kan dia sudah 4 kli kawin sy yg ke 4 setiap pernikahan di tahun k 6 pasti minta cerai,yg aneh ny lgi semkin dia bikin kesalahan,semkin syng sy sma dia, akhir akhir ini dia sedng selingkuh yg konon kta orng sekitar dia slingkuh dengn orng yg puny ilmuhitam,mohon bantuan ny pk, jngn sy bercerai ksihan ank ank say,dan sy akn nerima dia walau kselahan ny sudah patal,sy ingin dia bertobat pak, skrng sy sdah di usir tpi sy blm jtuh kan talak,kmi pisah ranjang,wasalam

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>