Memilih Berubah

careeralism.com careeralism.com

careeralism.com

Di hari ketiga ini saya akan menulis sedikit tentang kisah saya selama belajar di SMP Qur’an Al-Ihsan, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Bagian terakhir yang saya tulis di cerita sebelum ini tentang perintah dari Ummi untuk ber-istighfar 100 kali ya? Baiklah, inilah lanjutannya.


 

Hari Pertama

Setelah memberi mandat untuk membaca istighfar, beliau meninggalkan saya sendirian di dalam kamar. Di kamar, sambil tiduran di atas kasur, saya membaca ‘Astaghfirullah-alladzii laa Ilaaha illa Huw-al Hayy-ul Qayyuumu wa atuubu ilaiH’ sebanyak seratus kali. Perasaan galau dan bimbang sedikit demi sedikit terkikis. Sungguh benar firman Allah SWT, dengan berdzikir hati akan menjadi tenang.

Keesokan harinya adalah hari yang sangat mendebarkan bagi saya. Berangkat ke pesantren. Dengan agak lemas, karena malas yang dibuat-buat, saya dan sepupu diantarkan Abah-Ummi dan kedua orang tuanya berangkat ke SMPQ Al-Ihsan.

Foto perpisahan ketika baru akan nyantri di Al-Ihsan

Foto perpisahan setelah diantar ke SMP Qur’an Al-Ihsan

Setelah ada sedikit acara perpisahan antara orang tua dan santri, sebagaimana hal yang lumrah di pesantren, Abah-Ummi langsung pulang meninggalkan saya. Eh, sebelum itu Abah terlebih dahulu minta foto bersama saya, ding.

Gambar wajah saya di foto yang berada di bagian kanan ini menunjukkan betul apa yang saya rasakan.

Kusut! Hehe. Ya kira-kira seperti itulah yang saya rasakan di dalam hati. Meskipun tidak sampai menangis sebagaimana mainstream-nya santri baru.

Fokus Al-Qur’an

Entah apa yang merasuki diri saya. Belum lama di Al-Ihsan, seakan saya menjadi diri yang lebih dewasa.”Sudah dipondokin jauh-jauh.. Jangan bikin kecewa Abah-Ummi”, kata-kata itu selalu terngiang di dalam fikiran. Membuat saya juga menjadi lebih serius dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an di sekolah yang memang mempunyai target khusus terhadap hafalan kitab suci umat Islam ini.

Meskipun ketika baru beberapa bulan di Al-Ihsan, pada waktu pulang ke rumah (saudara) tiap pekannya, saya masih sering mampir ke warnet untuk bermain game online bersama teman-teman yang ternyata juga banyak yang kecanduan game online seperti saya. Bahkan terkadang ketika saya sudah kehabisan uang untuk ke warnet, ada teman yang rela mentraktir saya. Demi main bareng.

Kenang-kenangan ketika di Al-Ihsan. | Kalimat-kalimat yang ditandai karena salah ketika setoran.

Namun, seiring berjalannya waktu kebiasaan itu mulai terkikis. Saya berfikir ulang. Sepertinya yang saya lakukan (main ke warnet) selama ini sia-sia sekali, seperti yang sudah sering Ummi sampaikan ketika saya masih di Magetan. Apalagi ditambah tarif warnet di daerah perkotaan yang jauh lebih mahal daripada di kampung dulu, membuat semakin terasa betapa berharganya uang yang dikirim sebulan sekali itu.

Akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan porsi game online itu sebagai porsi terakhir. Kalau masih ada uang sisa dalam satu bulan, baru saya pakai untuk main.

Tingkat ketertarikan saya terhadap Al-Qur’an ketika itu sepertinya sedang dalam puncak-puncaknya. Bahkan saya sempat meminta izin kepada Abah, dengan menggunakan HP ustadz, untuk tidak ikut pelajaran umum untuk hanya ikut kegiatan yang berhubungan dengan Qur’an saja. Ketika baru disampaikan, beliau terdengar kurang setuju dengan pilihan yang saya tawarkan itu.

Selang beberapa hari, tiba-tiba saya dikabarkan oleh guru tahfizh saya bahwa saya telah diizinkan oleh Abah-Ummi untuk tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Diknas. Saya ketika itu juga tidak tahu apa yang merubah pandangan Abah. Alhamdulillah sajalah.

Namun belakangan, saya dikasih tahu oleh Ummi bahwa beliau lah yang ikut memberikan masukan kepada Abah yang pada akhirnya Abah sampai berubah fikiran dan mengizinkan saya.

Bersambung.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>