Hukum Mencium Tangan Ulama, Orang Shalih dan Habaib

majelisrasulullah.org

Persoalan mencium tangan orang shalih terkadang menimbulkan pro-kontra di antara masyarakat. Mari kita simak penjelasan dari Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur Ba’alawi (Mufti Negeri Hadlromaut) yang telah diterjemahkan oleh Gus Dodi El-Hasyimi.

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin :

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 638)
مسألة) : هل تقبيل أيدي السادة الأشراف سنة أو مباح أو مكروه ؟ وقال في فتح العين : وافق النووي بكراهة الانحناء وتقبيل نحو يد أو رجل لا سيما لنحو غني لحديث : “من تواضع لغني ذهب ثلثا دينه” . ويندب ذلك لنحو صلاح أو علم أو شرف ، لأن أبا عبيدة قبل يد عمر رضي الله عنهما اهـ ، ونحوه في فتاوى ابن حجر. وقال في المشرع المرويّ في مناقب بني علوي : يسن عند الشافعي تقبيل نحو يد الزاهد والشريف والعالم والكبير في السنّ والطفل الذي لا يشتهي ولو لغير شفقة ورحمة ، ووجه صاحب قدم من سفر لما روى الترمذي أن يهوديين قبلا يد النبي ورجله ولم ينكر عليهما. وروى ابن حبان أن كعباً قبل يديه وركبتيه عليه الصلاة والسلام لما نزلت توبته. وفي حديث وفد عبد القيس أنهم قبلوا يده ، والأعرابي الذي أمره أن يدعو الشجرة ، وغير ذلك من الطرق وأن زيد بن ثابت قبل يد ابن عباس وقال : هكذا أمرنا أن نفعل بأهل بيت نبينا. وقال الحافظ العراقي : وتقبيل الأماكن الشريفة على قصد التبرك وأيدي الصالحين وأرجلهم حسن محمود باعتبار القصد والنية اهـ. فعلم بذلك أن ما اندرج عليه السلف الصالح من المشايخ العلماء الجامعين بين علمي الظاهر والباطن والأولياء والصلحاء قاطبة من تقبيلهم أيدي الأشراف بني علوي ، خصوصاً من بين سائر الناس ولو لجاهل وطفل ومتزيّ بغير سلفه هو الحق الواضح والطريق المستقيم لما في كل واحد من ذرية سيدتنا فاطمة الزهراء رضي الله عنها جزء من بضعة النبي ،
وإن كثرت الوسائط كما نص عليه العلماء ، ولما قيل : إن شم عرفهم يذهَب بالجذام

Terjemah:

Pertanyaan:

Apakah mencium tangan para Sayyid/Syarif (keturunan Nabi SAW, red) dihukumi sunnah, mubah atau makruh?

Jawaban:

Maka (Syaikh Zainuddin Al Malibari.pen) berkata di dalam kitab Fathul Mu’in: “Imam Nawawi setuju dengan pendapat yg mengatakan tentang kemakruhan membungkukkan badan, mencium tangan atau kaki, terutama kepada orang kaya. Karena ada hadits yang berbunyi:

من تواضع لغني ذهب ثلثا دينه

“Barang siapa merendahkan diri kepada orang kaya maka hilanglah dua pertiga agamanya.”

Namun demikian disunnahkan kepada orang soleh, orang berilmu atau seorang Syarif/Sayyid, karena Sayyidina Abu Ubaidah pernah mencium tangan Sayyidina Umar- Rodhiyallahu ‘anhuma-.”

generasisalaf.wordpress.com

Pernyataan seperti ini terdapat pula dalam fatwa-fatwa Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Dan disebutkan dalam kitab Al Masyro’ Al Marwiyy fii Manaqibi Bani ‘Alawiy:

Menurut Imam Syafii disunnahkan mencium semisal tangan orang zuhud, seorang Syarif, orang alim, orang yang lebih tua umurnya dan anak yang tidak di syahwati-meski bukan karena rasa kasih sayang dan belas kasihan-, serta wajah orang yang baru datang dari bepergian, karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi:

أن يهوديين قبلا يد النبي ورجله ولم ينكر عليهما

“Sesungguhnya ada dua orang Yahudi mencium tangan dan kaki Rasulullah SAW, sedang beliau tidak mengingkari pada perbuatan mereka berdua.”

Dan diriwayatkan dari Imam Ibnu Hibban :

أن كعباً قبل يديه وركبتيه عليه الصلاة والسلام لما نزلت توبته

“Sesungguhnya, sahabat Nabi, Ka’ab mencium kedua tangan dan kedua kaki Rasullah SAW ketika diturunkan ayat yang menerangkan tentang diterimanya taubatnya oleh Allah SWT.”

Dan dalam sebuah hadis yang menerangkan kedatangan Abdul Qois, sesungguhnya orang-orang mencium tangannya, demikian pula orang-orang Arobi (Badui) yang memerintahkannya untuk mendoakan perkara yang sedang diperselisihkan.

Dan hadis-hadits yang lain dari berbagai jalur, serta diriwayatkan bahwa sahabat Zaid bin Tsabit mencium tangan Ibnu Abbas ra seraya berkata: “Demikianlah kami diperintahkan melakukan seperti ini terhadap Ahli Bait Nabi kita.”

Al Imam Al Hafidz Al Iraqi berkata : “Mencium tempat-tempat yang mulia dengan tujuan ber-tabarruk (mengambil berkah) dan mencium tangan dan kaki orang-orang yang sholih adalah perkara hasan mahmud ( baik dan terpuji) menurut tujuan dan niatnya.”

Maka dari semua keterangan diatas, diketahui bahwa apa yang dilakukan As-Salafus Sholih, yang terdiri dari para Masyayikh Ulama’ yang mengumpulkan antara ilmu dhohir dan bathin, serta para Auliya’ dan Sholihin, semuanya, mengenai mencium tangan para Syarif/Sayyid dari Bani ‘Alawy khususnya dibandingkan dengan orang lain, meskipun terhadap seorang Sayyid yang bodoh, masih kecil, serta bertingkah dengan selain para pendahulu-nya yang sholih adalah perkara yang haq, jelas, dan menempati Thariqul Mustaqim (jalan yang lurus), karena di dalam setiap bagian tubuh keturunan Sayyidatina Fathimah Az-Zahra ra terdapat bagian dari Nabi SAW, meskipun telah melalui banyak perantara (ket: meski hubungan nasab dengan Nabi SAW adalah anak, cucu, cicit, dan seterusnya.pen). Sebagaimana keterangan yang telah dijelaskan para Ulama’. Juga ada ungkapan:

إن شم عرفهم يذهَب بالجذام

“Sesungguhnya mencium bau mereka bisa menyingkirkan penyakit kusta.”

You Might Also Like

One comment

  1. 1

    Masya Allah, Info Yang Bermanfaat ^_^

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>