Kiat Mensucikan Hati (1)

deloiz.blogspot.com

deloiz.blogspot.com

Bismillahirrahmanirrahim. Pada serial pembahasan ini, saya akan sedikit menerangkan beberapa hal mengenai hati serta bagaimana cara membersihkan dan mensucikan hati.

Serial ini akan saya posting setiap hari Sabtu dalam setiap minggunya sampai pembahasan ini selesai.

Baiklah pertama-tama sebelum membahas seluk-beluk hati, kita perlu mengetahui apa itu hati dan hati apa yang dimaksud dalam pembahasan kali ini.

Apa yang dimaksud dengan hati?

Secara bahasa, hati yang dimaksud adalah jantung yang ada di dalam dada kita. Namun makna yang tersirat dari hati ini akan sulit kita gambarkan namun kita semua bisa merasakan.

rumaysho.com

rumaysho.com

Bukankah kadang kita merasa hati kita ini tercabik-cabik? Namun tentu saja pada hakikatnya jantung kita tetap berjalan normal seperti biasa. Begitu juga ketika kita merasa jatuh hati. Apa jantung kita jatuh dari posisi semula? Tentu tidak, tentu saja jantung kita tetap pada posisinya. Di dalam dada kita.

Nah, begitu pula yang akan kita bahas kali ini. Soal pensucian hati. Dalam agama Islam, hal ini dikenal dengan istilah Tasawwuf atau Tazkiyatun Nafs. Orang terkadang mempermasalahkan soal istilah ini yang pada hakikatnya kedua istilah ini mempunyai makna yang sama persis.

Sekali lagi, mensucikan hati bukan berarti kita akan mencuci jantung kita dengan sabun sebagaimana kita mencuci baju. Akan tetapi ianya hanyalah istilah untuk membersihkan perasaan yang ada di dalam hati kita dari segala sifat-sifat buruk dan diganti dengan sifat-sifat yang terpuji.

Baiklah, seberapa pentingnya sih masalah hati ini? Sampai-sampai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya di atas tadi menggambarkan apabila hati rusak, seluruh anggota tubuh akan rusak. Dan apabila hati baik maka seluruh anggota tubuh akan baik?

Tidak ada yang salah dalam sabda Beliau mengenai hati/jantung tadi, baik secara harfiah maupun dengan apa yang akan kita bahas nanti, yaitu yang secara maknawi. Bukankah kalau jantung kita ini rusak atau sakit-sakitan, tentu anggota tubuh yang lainnya akan terkena imbasnya? Karena memang secara ilmiah jantung ini semacam pembatas antara kehidupan dan kematian seseorang. Ketika jantung berhenti, otomatis kehidupan akan berakhir.


Perkara-perkara yang Perlu Diperhatikan

Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Sesungguhnya Allah tidaklah melihat kepada rupa kalian, juga Dia tidak melihat kepada harta kalian. Akan tetapi Allah hanya melihat kepada hati-hati (Arab: qulub) dan amal-amal kalian.” (Hadits Riwayat Imam Muslim)

Perkara hati adalah perkara yang sangat penting karena ia adalah satu-satunya hal yang dilihat / diperhatikan oleh Allah SWT selain amal. Maka dalam proses pensucian jiwa ini ada hal yang perlu diperhatikan dan tidak bisa dianggap remeh.

Dalam bab Tasawwuf atau Tazkiyatun Nafs, perkara yang perlu diperhatikan dalam pensucian jiwa adalah membuang terlebih dahulu sifat-sifat tercela sebelum menghias hati dengan sifat-sifat terpuji. Perhatikan dan ingat baik-baik tahapan ini. Banyak orang terpeleset karena lupa akan hal ini.

Imam Ibnul Jauzi -semoga Allah merahmati beliau- pernah ditanya dengan pertanyaan yang kira-kira seperti ini,

“Manakah yang lebih utama untuk diamalkan untuk membersihkan hati, membaca istighfar atau tasbih?”
Beliau menjawab, “Apa yang akan kamu lakukan terhadap baju yang kotor? Apakah akan kamu cuci terlebih dahulu atau langsung kamu beri minyak wangi?”

Masya Allah, betul sekali apa yang beliau sampaikan. Sering kita dapati orang-orang yang langsung berusaha untuk ‘memakai minyak wangi’ tapi tidak atau mungkin lupa untuk membersihkan kotoran-kotoran yang sebetulnya tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Bagaimana pandangan anda dalam perumpamaan 2 orang, orang pertama sedang memakai baju putih bersih namun tidak harum atau orang kedua yang memakai minyak wangi termahal namun bajunya masih kotor dan kusam? Mana yang lebih mending?

togged | 123rf

togged | 123rf

Pada intinya hendaklah kita, dalam proses pensucian jiwa ini, selalu berusaha menjaga hati dari hal-hal buruk agar tidak ada noda di dalam hati kita sebelum kita memakaikan ‘minyak wangi’ agar hati terasa harum.

Sekian dulu untuk muqaddimah pembahasan mengenai hati. Pada bagian yang berikutnya Insya Allah akan kita bahas apa saja sifat-sifat yang perlu dibuang dari hati agar tidak menjadi noda yang mengganggu proses pensucian hati.

 

Wallahu a’lam

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>