makanan khas jepara

Mengenal 6 Macam Makanan Khas Jepara yang Paling Fenomenal

Jika anda sedang pergi ke Jepara, maka akan sangat menyenangkan apabila perjalanan anda diselingi dengan perburuan wisata kuliner di kota kecil ini. Di kota ini, tersedia berbagai jenis jajanan lengkap. Mulai dari makanan yang khas Jepara asli, sampai makanan-makanan mancanegara bisa anda temui di sini.

Artikel Terkait: Mengenal Pentol Daging khas Madiun dan Cara Pembuatannya

Karena memang tidak sedikit kafe atau restoran yang bisa anda dapati di pinggiran jalan besar kota ini yang menyediakan makanan-makanan Thailand, Cina, Jepang bahkan Eropa.

Mengapa ada saja yang menjual makanan mancanegara? Karena memang kota ini banyak dikunjungi turis dari berbagai negara itu tadi, kebanyakan dari mereka mengunjungi kota ini karena tertarik dengan ukiran-ukiran khas Jepara yang sudah terkenal ke seluruh dunia.

Memang, potensi kota Jepara sangatlah beragam, selain daripada jajanan-jajanan khas Jepara, kota ini juga menjadi pusat industri furniture, pembuatan handicraft, pengrajin monel, sentra konveksi, pembuatan keramik atau genting, pabrik-pabrik rumahan serta festival tahunan Jepara sehingga banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang tertarik mengunjungi kota ini.

Makanan Khas Jepara

Nah, diantara makanan-makanan khas yang terdapat di Jepara, ada 6 macam makanan asli Jepara yang paling terkenal dan fenomenal. Berikut ini adalah makanan-makanan tersebut;

1. Horog-horog

horog horog makanan khas jepara
panduwisata.id

Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Makanan ini tergolong langka, dikarenakan Horok-horok umumnya sangat sulit kita temui kalau di luar Jepara. Horok-horok umumnya dimakan dengan sate kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. Bahan pokok Horok-horok adalah tepung yang terbuat dari pohon aren, makanan ini sudah populer semenjak masa peperangan.

Yang unik adalah metode ketika mengambil bubuk dari pohon arennya, biasanya para pembuat horok-horok akan menggunakan sisir. Sehingga horok-horok mempunyai bentuk butiran-butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin.

Untuk memperoleh pohon aren yang akan digunakan untuk membuat Horok-horok, para perajin asal Jepara akan berburu sampai ke luar daerah, seperti ke Rembang, Pati dan Blora. Tepung aren ini, setelah dibersihkan, kemudian dikukus hingga matang. Dan setelah didinginkan, horok-horok akan bertekstur kenyal.

Bagi masyarakat Jepara Horok-horok merupakan sumber karbohidrat masyarakat Jepara sebagai pengganti nasi atau lontong.

2. Moto Belong

moto belong
ticjepara.com

Moto Belong atau yang bisa disebut juga Moto Blong merupakan salah satu jajan pasar asli khas Jepara. Moto Belong mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jepara.

Asal usul makanan tersebut dinamakan Moto Belong adalah diambil dari bahasa Jawa, yaitu Moto artinya mata, sedangkan Belong artinya melotot. Makanan tersebut dinamai Moto Belong karena bentuk makanan tersebut menyerupai bentuk mata yang melotot.

Apabila anda ingin membuat jajanan ini di rumah, cukup siapkan pisang dan singkong. Apabila sudah siap, maka parut singkong tadi lalu peras. Kemudian isi pisang yang sudah matang lalu buat seperti kapsul, jika perlu, bisa juga diberi pewarna makanan agar lebih menarik. Untuk penyajiannya, biasanya dengan cara dipotong/diiris tipis-tipis (sehingga berbentuk menyerupai bola mata) dan dicampur dengan parutan kelapa yang ditambah sedikit gula & garam.

3. Adon-adon Coro

adon adon coro khas jepara
central-java-tourism.com

Adon-Adon Coro atau sering disebut Jamu Adon-Adon Coro merupakan minuman tradisional khas kota Jepara. Minuman ini berupa jamu yang dicampur dengan rempah-rempah, antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkeh, lengkuas yang disiram dengan santan, jahe gula merah dan air. Minuman ini berasa pedas dan hangat, mirip dengan wedang jahe.

Adon-adon coro bisa ditemui di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara, di sebelah utara Alun-Alun Kota Jepara.

4. Blenyik

makanan khas jepara
wikimedia.org

Blenyik atau yang akrab dikenal dengan nama Tempong adalah kumpulan ikan teri kecil yang dibentuk menjadi kepalan bulat seperti bakwan. Karena dicampur dengan garam, rasanya cenderung asin. Namun bisa pula dibuat dengan digoreng dan dicampurkan dengan telur.

Makanan ini biasanya dikonsumsi saat turun hujan sebagai teman makan nasi. Kepalan ikan ini bisa diolah dengan cara ditumis atau dikukus dengan atau tanpa santan.

5. Pindang Serani

makanan enak khas jepara
pengenliburan.com

Apabila sejak tadi yang kita bahas adalah jajanan khas Jepara, maka kali ini bukan jajanan melainkan menu utama makanan. Pindang Serani telah diakui oleh para pecinta kuliner dari penjuru negeri karena mempunyai rasa yang sedap, terutama pada kuahnya yang khas.

Pindang ini bisa dibuat dari berbagai macam jenis ikan, bisa bandeng, nila, mujair, patin maupun jenis ikan yang bisa diolah lainnya dengan cara direbus dan diberi bumbu ‘rahasia’ serani.

Meskipun tanpa santan, kuah dari Pindang Serani ini tetap beraroma sedap karena bumbu itu tadi. Penyajiannya biasa disandingkan dengan nasi putih hangat bersama sambal dan lalapan.

Baca Juga: Cobalah Kelezatan Tahu Tuna khas Pacitan

6. Rondho Royal

rondo royal jajanan khas jepara
situkangmasak.blogspot.com

Monyos atau yang memiliki nama keren Rondho Royal adalah salah satu jajanan (lagi) tradisional dari kota Jepara.

Makanan ringan ini terbuat dari tepung beras yang diisi dengan tape lalu digoreng sehingga ia mempunyai cita rasa yang unik. Asin, asam dan manis dapat anda rasakan sekaligus.

Monyos lebih nikmat apabila disajikan dalam keadaan panas. Anda bisa menjumpai penjual-penjual Rondho Royal di pasar-pasar tradisional Jepara.


Demikianlah 6 makanan paling populer di Jepara versi Nettik. Semoga bisa menambah wawasan kuliner Anda dan menjadi referensi apabila sedang berwisata ke Kota Ukir tersebut. Wassalam.

Untuk catering daerah sekitar kota Kediri, kami sarankan Anda memesan ke: Jasa Catering Kediri

Tinggalkan komentar