Mengenal Peristiwa-peristiwa Penting Dalam Sejarah di Bulan Muharram

Kita sebagai umat agama Islam sudah sepatutnya untuk mengetahui peristiwa besar apa saja yang telah terjadi dalam 12 bulan Islam atau biasa disebut kalender Hijriyah.

Sebelumnya mari kita mengenal dulu bagaimana sejarah kalender Hijriyah tercipta.

Sejarah Kalender Hijriyah

beauty-of-beauty.deviantart.com

Kalender Hijriyah dimulai sejak tahun 682 Masehi. Kalender itu terbentuk setelah Amirul Mukminin Umar bin Khath-thab ra mengalami sebuah masalah, yaitu masalah administrasi, yang diadukan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ra, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur di kota Bashrah, karena kesulitan membedakan tahun di surat-surat yang dikirim oleh Amirul Mukminin untuknya.

Maka dikumpulkanlah para pembesar sahabat Nabi SAW sekaligus penasehat-penasehat Amirul Mukminin, berunding untuk menetapkan kapankah dimulainya kalender tahun dalam Islam.

Sebagian sahabat mengusulkan agar ditetapkannya awal tahun Islam adalah tahun diutusnya Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul. Sebagian lagi mengusulkan untuk mengikuti kalender Romawi saja, yang mana ia dimulai sejak Raja Alexander. Kemudian Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra maju untuk mengajukan sarannya, beliau menyarankan agar tahun dimana peristiwa hijrah Baginda Nabi SAW dan para sahabatnya terjadi sebagai awal tahun untuk kalender umat Islam.

Rupanya Amirul Mukminin condong kepada pendapat saudara sepupu Nabi Muhammad SAW ini. Beliau mengatakan,

الهجرة فرقت بين الحق والباطل فأرخوا بها

Yang artinya, ”Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.”

Para sahabat pun menyutujui pula pendapat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra ini. Karena mereka memahami ayat 108 dalam surat At-Taubah yang membahas tentang ‘hari pertama’ cocok dengan pendapat beliau. Firman Allah Ta’ala;

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيه َ

Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)

Kalender Hijriyah juga dikenal sebagai Kalender Qomariyah, yaitu kalender yang dihitung berdasarkan peredaran bulan.


 

12 Bulan Islam dan Pembahasannya

MuharramShafar – Rabi’ul Awwal – Rabi’ul Akhir – Jumadil Ula – Jumadil Akhir – Rajab – Sya’ban – Ramadhan – Syawwal – Dzulqo’dah – Dzulhijjah


Muharram (محرم)

Bulan Muharram termasuk satu diantara 4 bulan yang dimuliakan Allah selain bulan Rajab, Dzul-Qa’dah dan Dzul-Hijjah.

Peristiwa Para Nabi Sebelum Rasulullah SAW

Ilustrasi: Nabi Musa membelah laut. | genius.com

Ada beberapa peristiwa besar di zaman nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad yang terjadi pada bulan Muharram ini, lebih tepatnya pada tanggal 10 Muharram, antara lain;

    • Diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun

Peristiwa yang juga tercantum di dalam kitab Injil milik umat Nasrani ini terjadi pada tanggal 10 Muharram. Oleh karena itu, sebagian umat Yahudi juga melakukan puasa sebagaimana umat Islam pada tanggal 10 Muharram. Sebagai bentuk rasa syukur mereka karena Nabi Musa dan Bani Isra’il telah diselamatkan dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya.

Baca juga: Asal Usul, Keutamaan dan Cara Berniat Puasa Muharram

    • Diterimanya taubat Nabi Adam AS

Dahulu, Nabi Adam pernah melakukan kesalahan, yakni tidak taat kepada perintah Allah untuk tidak memakan salah satu buah di dalam surga. Maka sebagai hukuman, Nabi Adam AS diturunkan ke Bumi bersama Siti Hawa’. Nabi Adam yang mengetahui dan menyesali kesalahannya pun berdo’a, sebagaimana yang tercantum di dalam Al-Qur’an, “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan apabila Engkau tidak mengampuni kami, tentunya kami termasuk dari orang-orang yang merugi.”, maka pada tanggal 10 Muharram, Allah menerima taubat Nabi Adam AS dan mengampuni beliau dari kesalahannya.

Perang Khaibar

Benteng Khaibar, berada 150 KM di utara kota Madinah. | tajashomestay.wordpress.com

Perang Khaibar adalah peperangan yang terjadi pada tahun ketujuh pasca hijrah ke kota Yatsrib (sekarang disebut Madinah). Peperangan ini terjadi karena diketahui bahwa kaum Yahudi yang menetap di perkampungan Khaibar telah membuat makar untuk memerangi umat Islam.

Maka, Nabi bersama 1400 sahabat yang sudah memakai pakaian tempur berangkat untuk mengepung benteng utama kaum Yahudi di Jazirah Arab ini. Pasukan Nabi Muhammad sampai di halaman benteng Khaibar pada waktu masih gelap sebelum subuh, setelah sebelumnya menempuh perjalanan kurang lebih 3 hari dari Madinah.

Pada pertempuran, yang bendera komando perangnya diserahkan kepada Sayyidina Ali ra ini, kaum muslimin memperoleh kemenangan dan mendapat ghanimah (harta rampasan perang) yang cukup banyak.

Tepat setelah pasukan kaum muslimin kembali ke Madinah, rombongan Ja’far bin Abi Thalib bersama 53 orang sahabat datang ke Madinah, setelah sebelumnya hijrah ke Habasyah (sekarang dikenal dengan Ethiopia). Nabi Muhammad merasa sangat gembira dengan kedatangan mereka. Beliau merangkul Ja’far ra serta menciumnya seraya bersabda, “Aku tidak mengetahui apakah aku bergembira karena menang dari Khaibar ataukah karena kedatangan rombongan Ja’far.” (Shahih Abu Dawud: 5220)


Syahidnya Cucu Nabi SAW, Sayyidina Husain bin ‘Ali

 

Leave a Comment