Kupas Tuntas Sholat Sunnah

pahala dari Allah Photo by Andrew McConnel

Assalamu’alaykum wr.wb

Segala puja dan puji hanya bagi Allah, Sang Pengatur Alam Semesta. Yang dengan berbagai nikmat dari-Nya lah kita masih dapat diberikan kesempatan untuk senantiasa belajar bersama. Tidak lupa sholawat serta salam kita sampaikan kepada Baginda Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam, kepada istri-istrinya, keturunannya beserta sahabat-sahabat beliau yang mulia.

Sholat

sholat sunnah

suara-islam.com

Sholat 5 waktu adalah termasuk tiang yang menyangga ‘status agama Islam’ seseorang menurut ajaran Islam. Apabila ia senantiasa mendirikan shalat, dengan kata lain ia semakin memperkokoh tiang miliknya tersebut. Akan tetapi, apabila ia mulai meninggalkannya, maka bisa-bisa ‘bangunan agamanya’ akan roboh, alias ‘status agama Islam’nya sudah patut dipertanyakan.

Terdapat beberapa hadits dari Nabi SAW yang menjelaskan hal tersebut, diantaranya;

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الَّرحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهِ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

Artinya: Abdullah bin Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Islam dibangun atas lima pekara. (1) Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, (2) mendirikan shalat, (3) mengeluarkan zakat, (4) melaksanakan ibadah haji, dan (5) berpuasa Ramadhan”.

(HR Bukhari dan Muslim)

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

Artinya: “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)

Sholat Sunnah

Sholat sunnah adalah sholat-sholat tersendiri di luar 5 sholat yang diwajibkan untuk dilakukan setiap harinya. Sebagaimana namanya, hukum mendirikan sholat sunnah adalah sunnah, yakni apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Di dalam pembahasannya, terdapat sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena menurut sejarah Islam, Rasulullah SAW hampir tidak pernah meninggalkannya. Ada juga sholat sunnah yang dilaksanakan di waktu-waktu tertentu, bahkan ada juga sholat sunnah yang boleh dikerjakan kapan saja selain daripada waktu yang diharamkan, yaitu sekitar satu jam setelah waktu Shubuh dan setelah shalat ‘Ashar.

Sholat sunnah dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah atau tempat tinggal pribadi agar tempat tersebut menjadi berkah. Sebagaimana hadits Nabi,

أَفْضَلُ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.”

‘Umar bin Khottob pernah mengatakan,

صلاة المرء فى بيته نُورٌ فَنَوِّرُوا بيوتكم

Shalat seseorang di rumahnya adalah cahaya,maka hiasilah rumah kalian dengannya.” [rumaysho]

Macam-macam serta Fungsi Sholat Sunnah

Di dalam syariat Islam sendiri terdapat beragam macam sholat sunnah dan setiap sholat sunnah memiliki fungsi tersendiri. Yang membedakan shalat-shalat sunnah ini adalah niat dan waktu pelaksanaannya.

Sholat Sunnah Sebagai ‘Penambal’ Sholat yang Kurang Sempurna

ladaenterprises.biz

Sebagai seorang manusia biasa dengan maqom yang tidak begitu tinggi, kita seringkali melakukan kesalahan-kesalahan kecil ketika mendirikan shalat 5 waktu, sehingga tiang yang kita bangun pun menjadi tidak begitu sempurna.

Lalu bagaimana kalau sudah begitu? Ternyata, shalat sunnah dapat dijadikan sebagai penyempurna shalat wajib. Shalat sunnah yang dapat dijadikan sebagai penambal tadi tidaklah semua sholat sunnah, melainkan ia memiliki nama tersendiri, yakni sholat sunnah rawatib.

“Sesungguhnya pertama-tama yang akan diperhitungkan (hisab) dari amal perbuatan manusia pada Hari Kiamat kelak adalah shalat. Rabb kita akan berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya. Karena Dia Dzat Yang Maha Mengetahui, “Wahai para malaikat-Ku, periksalah shalat hamba-Ku, sudahkah sempurna shalatnya atau masih kurang?” Apabila didapatkan sudah cukup sempurna, akan dicatat sudah sempurna. Akan tetapi, apabila didapati kurang sempurna, Allah akan berfirman, “Periksa kembali, apakah hamba-Ku itu memiliki amalan shalat sunah (tathaawwu’)?”” Apabila didapati bahwa ia memiliki amalan sunah tambahan (shalat sunah tathawwu’), Allah akan berfirman, “Cukupkan dan sempurnakan shalat fardhu hamba-Ku itu oleh shalat sunahnya.“” Kemudian, amal perbuatan sang hamba itu diperhitungkan menurut cara seperti ini.” (HR Abu Daud)

Shalat Sunnah di Waktu Dhuha

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap sendi yang ada di dalam tubuh kita memiliki beban untuk bersedekah setiap harinya, dan itu bisa kita bayar secara tunai dengan melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat dhuha.

Meskipun untuk menunaikan sedekah itu boleh hanya dengan 2 rakaat saja, tapi tidak dilarang untuk menambah rakaat-rakaat berikutnya. Bahkan semakin banyak semakin baik.

Diantara manfaat apabila kita menjalankan sholat dhuha selain memenuhi hak sedekah tadi, juga insya Allah mempermudah turunnya rizki kepada kita.

Sholat Malam

sholat tahajjud

pontetravels.com

Ketika di malam hari pun kita juga digalakkan untuk ‘menghidupkan’ malam, yaitu bangun untuk menunaikan sholat sunnah malam, atau biasa di sebut dengan Qiyamul Lail (QL).

Pada awalnya, sholat malam diwajibkan bagi setiap orang Islam, akan tetapi karena sebagian dari kaum Muslimin sedikit merasa keberatan dengan kewajiban tersebut, maka hukumnya pun berubah. Akan tetapi keutamaan yang ada di dalamnya sama sekali tidak berubah, sangat banyak manfaatnya.

Sholat malam sendiri memiliki beberapa jenis, akan kita jabarkan di artikel berikutnya, Insya Allah.

Sholat Sunnah Fajar

Sholat sunnah fajar yang dimaksud adalah sholat sunnah qobliyah (sebelum) sholat Shubuh. Karena di Arab sana, yang biasa kita kenal dengan nama sholat Shubuh, di sana disebut dengan sholat Fajar, karena sholat Fajar ditegakkan ketika fajar mulai menyingsing.

Diantara keutamaan sholat sunnah fajar adalah (pahalanya) lebih baik dibandingkan dengan apabila kita diberi dunia beserta isinya.

Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat tahiyatul masjid memiliki arti sholat penghormatan kepada masjid. Jelas sekali dari namanya, kita bisa tahu bahwa sholat ini hanya ditegakkan ketika kita baru tiba di masjid, untuk menghormatinya. Bahkan disebutkan, bahwa apabila kita masuk ke dalam masjid dan langsung duduk tanpa mendirikan sholat tahiyatul masjid itu adalah perbuatan makruh (dibenci).

Cukup melakukan sholat sunnah 2 rakaat untuk mengamalkan sunnah ini.

Sholat Sunnah Wudhu’

Sholat sunnah wudhu’ dilakukan dengan mendirikan shalat 2 rakaat setelah kita berwudhu’ dengan baik dan sempurna. Sholat sunnah ini yang ‘memprakarsai’ adalah Sayyidina Bilal bin Rabaah -semoga Allah mencurahkan ridho kepada beliau-.

Seorang sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan sebuah hadits berkenaan dengan salah satu amalan Bilal yang membuatnya menjadi istimewa. Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal,

“Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan dalam Islam yang memberi manfaat kepadamu, karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara sandalmu di syurga.”
Lalu Bilal berkata, “Aku tidak melakukan amalan apa-apa dalam Islam yang dapat memberi manfaat kepadaku, kecuali tidaklah aku bersuci dengan wudhu yang sempurna pada waktu malam ataupun siang kecuali aku melaksanakan shalat dengan wudhu tersebut.” (HR Muslim)

Shalat Istisqa’

andikafm.com

Shalat istisqa’ adalah sholat sunnah untuk memohon kepada Allah agar hujan diturunkan kepada tanah yang kekeringan. Sholat istisqa’ dilakukan dengan cara berjamaah di lapangan terbuka. Nabi SAW beserta para sahabat beliau pernah beberapa kali menjalankan shalat ini.

Shalat ‘Ied-ul Fithri

Sholat ‘Iedul Fithri sejatinya adalah sholat sunnah dan bukan shalat wajib. Pelaksanaan sholat hari raya ini dilaksanakan satu tahun sekali, tepatnya setiap tanggal 1 Syawwal.

Meskipun ianya hanyalah sholat sunnah, akan tetapi, tetap dianjurkan bagi wanita-wanita yang berhalangan untuk datang ke tempat dilaksanakannya sholat ‘Ied. Dikarenakan, pada hakikatnya sholat ini adalah bentuk syiar dan perayaan setelah sebulan penuh berpuasa Ramadhan.

Namun sangat disayangkan, sebagian kaum Muslimin menganggap bahwa sholat ‘Ied ini ‘lebih wajib’ daripada sholat 5 waktu yang sebenarnya itulah yang wajib.

Shalat ‘Ied-ul Adl-ha

Sholat ini juga termasuk shalat hari raya umat Islam. Hampir mirip dengan sholat ‘Ied-ul Fithri di atas, namun terdapat sedikit perbedaan dan yang paling mencolok tentu saja tentang tanggal dilaksanakannya sholat sunnah ini.

Apabila sholat ‘Ied-ul Fithri dilaksanakan 1 Syawwal di bulan Hijriyah, maka sholat ‘Ied-ul Adl-ha dilaksanakan sekitar 2 bulan setelahnya, yakni 10 Dzul-Hijjah.

Dilaksanakannya sholat ini adalah sebagai tanda bahwa umat Islam selama 3 hari kedepan sedang merayakan hari raya ‘Ied-ul Adl-ha.

Sholat Taubat

sholat taubat

islamic-literatures.com

Sholat taubat dilaksanakan ketika kita sangat mengharapkan ampunan dari Allah SWT atas kesalahan-kesalahan kita yang terdahulu. Sholat sunnah taubat adalah salah satu bentuk kesungguhan kita bertaubat kepada ALlah Ta’ala dari kesalahan yang telah lalu.

Hendaknya dengan sholat taubat, dibarengi juga dengan istighfar-istighfar yang rutin dan rasa penyesalan atas kesalahan yang pernah kita lakukan serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Sholat Sunnah Safar

Sholat ini dilaksanakan ketika kita hampir sampai ke tempat tinggal setelah melakukan perjalanan yang lama atau dari perantauan. Nabi SAW biasa melaksanakan sholat sunnah ini setelah pulang dari medan tempur, sebelum datang ke rumahnya, beliau terlebih dahulu mendatangi Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat sunnah safar.

Dari Jabir bin Abdullah, beliau bercerita:

Aku pernah pergi bersama Rasulullah SAW pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Dan ketika itu Rasulullah SAW telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid.

Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?”, “Ya”, jawabku.

”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan shalat dua rakaat”, lanjut beliau. Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan shalat kemudian pulang.” (HR Bukhari, Muslim)


Demikian dulu yang kami sampaikan, apabila ada saran dan kritik silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah.

Wallahu a’lam.

You Might Also Like

2 Comments

  1. 1

    cara mindahin ke power point gimana ya kak

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>