Sunnah di hari jumat

Amalan-amalan Spesial yang Dianjurkan untuk Dilaksanakan pada Hari Jumat

Kubah Rasul
kaskus.co.id

Diantara hari yang paling dimuliakan Allah diantara hari-hari lainnya adalah hari jum’at. Sebagai bukti akan kemuliaan hari tersebut, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar terjadi pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amalan yang dikhususkan pada siang dan malam harinya, terlebih khusus untuk pelaksanaan shalat Jum’at serta amalan-amalan sunnah yang mengiringinya.

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk.” (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Jum’at juga satu hari di mana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits,

Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at”. (HR. Muslim)

Berikut ini adalah sunnah-sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari jum’at.

Amalan Sunnah di Hari Jum’at

Sunnah di hari jumat
amanah.co.id

Memperbanyak Shalawat

quran.com

Artinya:

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab: 56)

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah (sudah meninggal)?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

Pada hadits di atas jelas perintah Nabi SAW kepada para sahabat, termasuk umat beliau, untuk memperbanyak shalawat kepada beliau karena meskipun beliau sekarang sudah meninggal, shalawat yang kita bacakan untuk beliau sampai kepada beliau.

Memperbanyak shalawat di sini bermakna melebihkan shalawat pada hari jum’at dari hari biasanya. Apabila pada hari biasa kita tidak membaca shalawat (kecuali ketika shalat), maka pada hari jum’at kita baca 100 kali. Kalau pada hari biasa kita membaca 100 kali, maka pada hari jum’at menjadi 200 kali, dan seterusnya.

Diantara keutamaan shalawat lainnya adalah setiap shalawat yang kita baca untuk Nabi, Allah akan membalas shalawat kita sebanyak 10 kali.

Membaca Surah Al-Kahfi

Diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri -semoga Allah meridhoinya-, Nabi SAW bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca yang surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘Atiq (Ka’bah).” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273.)

Terdapat banyak riwayat tentang sunnah surat Al-Kahfi lainnya serta keutamaan-keutamaannya yang tidak dapat kita sampaikan di artikel ini. Namun, semua itu telah kita rangkum dalam satu artikel (baca: Keutamaan Surat Al-Kahfi).

Memperbanyak Membaca Do’a

Ketahuilah, pada hari jum’at terdapat satu waktu yang jika kita berdoa pada waktu itu, doa kita tidak akan tertolak.

Dalam satu riwayat disebutkan waktu mustajab tersebut adalah pada waktu Khatib duduk diantara dua khutbah jum’at. Dalam riwayat lain, waktu itu adalah satu waktu setelah shalat ‘Ashar.

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya-, Nabi SAW menyebut (keutamaan, red) hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada intinya, hendaknya kita memperbanyak membaca do’a di hari jum’at pada setiap kita mendapat kesempatan untuk berdo’a. Jangan menyalahkan orang yang berusaha mencari waktu mustajab tersebut, baik yang berdoa ketika diantara dua khutbah maupun yang berdoa selepas shalat Ashar.

Sunnah yang Terkait dengan Shalat Jum’at

Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mandi ketika hendak berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat jum’at adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap shalat jum’at itu sendiri. Karena shalat jum’at termasuk shalat hari raya bagi umat Islam. Dan hendaknya kita menghias diri, minimal dengan mandi.

Menggunakan Wewangian

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak melangkahi dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas adalah anjuran untuk memakai wewangian sekaligus mengajarkan adab bagi setiap muslim yang shalat jum’at. Dimulai ketika kita mencari posisi tempat duduk dengan tidak melangkahi dua orang yang sedang duduk sampai ketika khatib sedang berceramah.

Memakai Pakaian Terbaik

Hadits di bawah ini menganjurkan kita untuk membeli atau menyiapkan pakaian khusus yang terbaik untuk digunakan ketika shalat jum’at dan shalat hari raya lainnya.

Nabi SAW bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Berangkat Lebih Awal

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”.

Biasanya, para salafush-shalih berangkat menuju shalat jum’at pada waktu dhuha karena saling berlomba untuk mendapatkan pahala berkurban unta sebagaimana yang disebut dalam riwayat yang lainnya.

Memperbanyak Shalat Sunnah ketika Menunggu Khatib

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Selain menganjurkan untuk shalat sunnah ketika menunggu Khatib untuk berkhutbah, hadits di atas juga menunjukkan bahwa kita dilarang berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya. Barangsiapa yang dapat melakukan semua itu, maka dosa-dosanya selama 10 hari yang akan datang akan diampuni.

Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Berniaga dan Berdzikir

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwasannya dianjurkan untuk berniaga dan berdzikir apabila kita telah menyelesaikan ibadah agung ini. Hal ini tercatat dalam Al-Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 10:

quran.com

Artinya:

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah (dengan berniaga) dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.


 

Demikian tadi amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk kita lakukan pada hari jum’at. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar