Ingin Menghafal Al-Qur’an? Ini Triknya

Alhamdulillah kita jumpa lagi di seri kelima tentang pengalaman hidup. Diantara yang paling banyak orang tanyakan kepada saya setelah mengetahui saya pernah hafal setor 30 juz adalah trik agar mudah menghafal Al-Qur’an.

Meskipun yang diminta adalah trik mudah menghafal, namun yang pertama saya akan sampaikan adalah hal-hal yang tidak kalah penting dan harus diketahui bagi calon penghafal Al-Qur’an. Ini bisa dibilang kumpulan wejangan dari guru-guru saya. Tidak banyak sih, tapi penting. Mari kita simak satu persatu.

Niat yang Ikhlas

deloiz.blogspot.com

deloiz.blogspot.com

Kata baginda Nabi SAW, setiap perbuatan itu di sisi Allah dihitung dari niat pelakunya. Kalau niatnya mengharapkan kepuasan dan kasih sayang dari Allah atau mengharap ganjaran yang Allah janjikan, maka itu Insya Allah termasuk niat yang ikhlas. Sungguh beruntung yang dapat menanamkan niat yang ikhlas dari awal. Dan niat ini harus terus dijaga karena hati kita itu mudah berubah.

Tapi kalau niatnya sudah melenceng dari yang disebut di atas. Hmm. Di sisi Allah bisa jadi hangus dan tidak dianggap. Kenapa bisa seperti itu? Karena dari segi niat sudah bukan karena Allah, nah kalau bukan karena Allah, untuk apa Allah membalas amal kita?

Terkadang ada juga yang niatnya untuk membahagiakan atau membanggakan orang tua. Bagaimana dengan hal tersebut? Saya sendiri di awal proses menghafal ada niat seperti itu juga, habisnya orang tua saya pernah sedikit membandingkan saya dengan teman saya sih, hehe.

Apabila ada yang seperti itu, saran dari guru saya, hendaknya niat seperti itu dirubah saja. Jangan jadikan itu sebagai tujuan utama, akan tetapi anggap saja itu bonus ketika kita sudah hafal 30 juz. Karena perkara niat itu perkara yang sangat penting, maka hendaknya kita berhati-hati dalam perkara ini. Simak artikel terkait tentang perkara hati di sini.

Sabar dan Istiqomah

shutterstock.com

Seperti yang saya sampaikan di awal, metode ini membutuhkan kesabaran yang cukup banyak untuk istiqomah (berkelanjutan) dalam menghafal. Perkara ini sering disampaikan oleh guru-guru saya terutama ketika sebagian dari kami (para santri) terlihat oleh mereka ada yang bosan.

Sebagian orang tidak sanggup bersabar dalam menghafal. Ada yang terburu-buru ingin cepat menyelesaikan setoran hafalan. Misalnya hafalan lama belum lancar, sudah menambah hafalan baru. Atau mungkin tidak sabar karena merasa kesulitan menghafal sehingga menyerah dan tidak melanjutkan hafalan. Dua kemungkinan ini saya saksikan sendiri memang ada yang seperti itu. Dan menurut saya itu kurang baik.

Ada juga yang tidak dapat bersabar untuk istiqomah. Memang dalam proses menghafal, kegiatan yang kita lakukan itu bisa dibilang monoton. Begitu-gitu saja. Bahkan mungkin membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menghafal beberapa halaman saja. Namun, ketahuilah bahwasannya salah satu amalan yang amat dicintai Allah adalah amalan yang berterusan, walaupun sedikit. Kalau kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi bukit.

Memohon Kemudahan dari Sang Pemilik Kitab

Berdo’a adalah satu hal yang paling penting dalam setiap aktifitas kita, termasuk menghafal Al-Qur’an. Sekalipun kita sudah Allah anugerahkan kemudahan dalam menghafal. Karena, do’a itu disamping menjadi wasilah (perantara) agar Allah mempermudah kita dalam menghafal, bisa juga berfungsi untuk menjaga hati kita dari sikap ‘ujub, yaitu membanggakan diri sendiri.

Dalam berdo’a, pilihlah waktu-waktu yang mustajab sebagaimana yang pernah disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, diantaranya:

  • Waktu pertengahan antara adzan dan iqomah.
  • Sepertiga malam terakhir.
  • Ketika sujud (harus dengan bahasa arab atau dibaca di dalam hati).
  • Menjelang berbuka puasa.
  • Selepas sholat (sunnah maupun wajib).
  • Ketika terzholimi.
  • Dan lain-lain

Untuk lafazh do’a-nya, saya diajarkan membaca;

.اللهم يسرلي في حفظ كتابك

Indonesia: Allahumma yassir liy fiy hifzhi kitaabiKa.
Artinya: Ya Allah, permudahkanlah untukku menghafal kitab-Mu.

somalianet.com

Do’a ini saya baca sebanyak tiga kali hampir disetiap waktu-waktu yang saya sebutkan itu.

Darimana asalnya do’a ini? Do’a ini murni buatan guru saya dan mungkin tidak pernah diajarkan oleh Baginda Nabi ataupun orang-orang sholeh sebelum kita, namun itu bukan masalah. Hehe.

Ikhtiar

Do’a tidak akan ber-efek tanpa dibarengi dengan usaha. Sebagaimana usaha bisa menjadi tidak berkah kalau meninggalkan do’a. Saya pernah mencoba beberapa metode yang saya kurang paham namanya, tapi sepertinya cukup banyak yang tahu. Misalnya membaca ayat sebanyak sekian kali, mendengarkan murottal diulang-ulang dan lain sebagainya. Metode-metode ini adalah metode yang baik dan patut anda coba.

Jangan lupa juga, untuk menambah semangat dalam ikhtiar, kita perlu mengetahui keutamaan-keutamaan menghafal Qur’an.

Hidayah


Setelah kita membahas hal-hal yang perlu diperhatikan untuk penghafal Al-Qur’an, di sini saya baru akan membahas sedikit tentang tips menghafal. Meskipun mungkin tips ini belum ada yang membagi selain saya, tapi tips ini bukan saya yang susun. Ini semata petunjuk dari Allah, jawaban dari do’a-do’a saya.


Disamping saya menerapkan metode yang saya sebutkan tadi, Allah ternyata memberi saya hidayah lagi (hidayah sebelumnya baca: Coretan Seorang Santri). Atas taqdir Allah, ketika saya membawa Al-Qur’an ke pesantren untuk dihafal, saya membawa Al-Qur’an dengan terjemah per kata. Dan entah kenapa, saya berinisiatif untuk menghafal sebagian mufrodat (kosakata bahasa arab) pada ayat-ayat yang saya hafal. Sedikit sih, tapi seperti kata pepatah lagi, sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi bukit.

Seiring hafalan bertambah, otomatis hafalan mufrodat juga bertambah. Hafalan mufrodat sangat membantu dalam menghafal Al-Qur’an. Yang saya rasa, lama-kelamaan menghafal Al-Qur’an itu mengasyikkan karena kita paham apa yang kita baca. Apalagi ketika bertemu dengan ayat atau surat yang membahas tentang kisah orang-orang terdahulu. Seakan membaca cerita saja.

flickr.com

Selain itu, bimbingan tanpa diminta yang diberi kepada saya datang lagi ketika hafalan mencapai 20 juz. Trik ini kemudian saya ajarkan kepada adik kelas saya yang dikemudian hari, dengan izin Allah, bisa menyelesaikan hafalan 30 juz-nya dalam waktu yang kurang lebih sama dengan saya. Padahal dia juga ikut pelajaran diknas. Laa haula wa laa quwwata illa bi-Llaah.

Sebelum membahas tipsnya, saya mau cerita dulu. Jadi baca ceritanya dulu ya, jangan langsung di-skip, nanti ngga seru.

Malam-malam setelah belajar, biasanya anak-anak langsung beres-beres, persiapan untuk tidur. Tapi malam itu entah karena apa (saya lupa kejadian persisnya) mereka di kamar itu berisik sekali. Kemudian saya memutuskan untuk menyendiri di masjid sambil mempersiapkan hafalan untuk disetorkan besok pagi karena sebelumnya belum dipersiapkan. Di sini nih tipsnya.

Kondisi saya ketika itu sedikit mengantuk karena sudah malam. Walhasil saya ingin meringkas persiapan hafalan agar tidak terlalu memakan waktu sehingga apa yang saya lakukan sedikit berbeda dari persiapan-persiapan sebelumnya. Saya memutar otak, bagaimana cara mempersiapkan hafalan agar besok subuh bisa setor empat halaman (target harian saya ketika itu).

Akhirnya karena kondisi juga, saya pilih untuk hanya membaca halaman-halaman yang akan saya setorkan. Dengan catatan harus lancar betul-betul bacaan saya di halaman tersebut. Ada halaman yang tiga kali baca sudah lancar semua dan ada yang lebih. Setelah selesai empat halaman saya baca, saya coba lihat ke halaman selanjutnya (halaman kelima dari awal persiapan) dan tengok ke arah jam di dinding. Ternyata masih ada waktu sekitar 10 menit untuk sampai pukul 22.00. Lanjut lah sampai halaman kelima. Setelah selesai persiapan tersebut, saya langsung ambil posisi untuk istirahat malam.

Bangun sekitar pukul 03.00 pagi, saya langsung menuju kamar mandi untuk buang air dan mandi dilanjutkan berwudhu di tempat wudhu. Kemudian dilanjutkan dengan amalan rutin yang juga diwajibkan oleh pesantren, sholat malam minimal tujuh rakaat. Ketika shalat malam, biasanya, ayat-ayat yang saya baca adalah ayat-ayat yang akan saya setorkan di waktu subuhnya.

Setelah itu saya mulai mempersiapkan lagi hafalan agar lebih mantap. Ketika mulai persiapan yang kedua ini, saya merasa sedikit janggal. Ayat-ayat tersebut terasa sangat mudah dihafal. Waktu itu saya antara bingung dan senang. Bingung karena merasa halaman ini ‘terlalu mudah’ dihafal. Dan tentu saja senang karena itu artinya setoran subuh nanti bukanlah hal perlu dikhawatirkan. Hehe.

Singkat cerita, akhirnya metode inilah yang saya pakai sampai menuntaskan setoran 30 juz, dengan izin Allah.

Cukup sekian. Kurangnya mohon dimaafkan, lebihnya mohon dikembalikan. (credit quote mas Fikri)

You Might Also Like

3 Comments

  1. 1

    Artikel pengingat yang bagus. Sekarang saya menggunakan metode talaqqi, mendengarkan dan mengulangi ucapan guru yang sudah hafidz, ternyata lebih cepat proses menghapalnya.

  2. 2

    Pesantren nya mana mas…??? Saya ada niatan untuk menghafal quran…ada Cp/no telp Antum??

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>