Bisnis Asik di Era Digital bagi Generasi Millenial

Untuk memiliki penghasilan di atas UMR, bagi anak belasan tahun hingga 20 tahunan kini hal itu bukanlah mustahil. Ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang sekarang ini sudah serba digital. Tidak salah kiranya ada yang menyebut bahwa era digital adalah eranya anak-anak millenial.

Tidak dapat dipungkiri bahwa digitalisasi memiliki pengaruh, baik langsung ataupun tidak langsung, kepada kehidupan masyarakat. Mulai pengaruh dari sisi ekonomi (sebagaimana contoh di atas), politik, psikologis, gaya hidup, tren, dan lain sebagainya.

Sudah menjadi satu paket, bahwa seiring berkembangnya era ini, pasti di dalamnya terdapat sisi positif sekaligus sisi negatif yang nantinya kembali kepada cara pandang dan pemanfaatan dari masing-masing pengguna. Ada sebagian masyarakat yang bisa memanfaatkan era digital ini untuk membangun relasi serta membesarkan bisnisnya, tapi ada juga yang justru harus masuk ke jeruji besi dan mendapat hukuman sosial lantaran melakukan pelanggaran UU ITE.

Memanfaatkan Era Digital untuk Millenial Berkarya

Menyadari adanya 2 sisi yang berlawanan di era digital ini, kita perlu tahu dengan baik apa-apa saja yang positif sekaligus apa-apa saja yang negatif. Salah satu keseruan, kemudahan, serta hal positif yang bisa dimanfaatkan generasi millenial adalah berbisnis di era digital.

Seru, karena persaingan di era digital ini tidak lagi dibatasi dengan gelar pendidikan. Persaingan di era digital adalah tentang skill dan attidude. Seorang lulusan SD bisa saja memiliki penghasilan lebih dari seorang sarjana. Bahkan, saya sendiri mengenal ada seorang lulusan SMP yang justru mempekerjakan seorang sarjana dari universitas ternama di Yogyakarta.

Mudah, karena di era digital ini, untuk memulai bisnis, kita tidak lagi perlu memiliki modal yang besar apalagi sampai berhutang ke sana ke mari. Ada beberapa teknik bisnis yang bisa dijalani bahkan dengan hanya bermodalkan gadget dan kuota internet.

Positif, sudah barang tentu berbisnis adalah hal yang positif, selagi dijalani dengan cara-cara yang bermoral. Bisnis tidak hanya memberi manfaat pada diri sendiri, tapi sangat banyak pihak yang mendapat keuntungan dari terjadinya suatu transaksi. Misalkan, dari sebuah penjualan pakaian, setidaknya ada 5 pihak yang saling mendapat keuntungan. Ada penyedia bahan, produsen, penjual, kurir, dan tentu saja si pembeli.

Mengembangkan Bisnis di Era Digital

Era digital bukan hanya tentang media sosial. | sumber: ntci.on.ca

Sebagian dari kita mungkin menyadari, bahwa sekitar 20 tahun yang lalu, yang namanya wartel masih menjadi idola dan kebutuhan bagi masyarakat. Namun, di era digital yang hampir setiap orang memiliki ponsel genggam sendiri, kini ia sudah hampir tak pernah terlihat lagi. Contoh sederhana ini setidaknya bisa menjadi gambaran bagi kita bagaimana era digital “mematikan” bisnis dengan teknologi lama, tapi sekaligus membuka lebar-lebar kemudahan dan peluang bagi mereka yang terbuka dengan perubahan baik ini untuk menjajaki dan mengembangkan bisnis mereka.

Seperti sudah disebut di atas, bahwa kini setiap orang bisa dibilang memiliki ponsel pribadi. Bukan sekedar ponsel, tapi ponsel pintar. Kini masyarakat millenial tidak hanya menggunakan ponsel mereka untuk telepon dan mengirim pesan singkat sebagaimana 10 tahunan yang lalu. Tapi mereka juga menggunakan ponselnya untuk memotret, merekam video, bermain game, berselancar di dunia maya, hingga berbelanja.

Sudah barang tentu ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis untuk merintis atau mengembangkan bisnis offline mereka. Bukan hanya itu, di era yang serba mudah ini, bahkan seorang pemuda bisa memulai bisnis mereka dengan sistem dropship alias modal usaha hampir tidak ada kecuali ponsel dan kuota internet saja.

Secara garis besar, bisnis di dunia digital ini ada 4 sarana atau platform;

1. Marketplace

Ilustasi belanja online | sumber: tempo.co

Marketplace bisa dibilang adalah pasar modern di dunia maya. Hampir segala kebutuhan bisa kita temukan di sini. Lebih simpel dari pasar di dunia nyata, untuk “membuka” lapak di marketplace kita tidak dipungut biaya, kecuali ingin mendapat akses-akses khusus yang disediakan oleh pihak penyedia jasa.

Kelebihan menggunakan platform ini adalah sudah tersedianya calon-calon pembeli yang akan datang sendiri ke toko kita, selagi kita sukses membangun kesan yang baik di toko kita. Kita tidak perlu melakukan promo dari nol untuk memulai bisnis di marketplace.

Langkah memulai bisnis di marketplace;

  • Riset produk yang akan dijual.
  • Mencari supplier terpercaya (jika dropship)
  • Membuat akun/toko di marketplace.
  • Mengisi etalase toko dengan barang jualan.
  • Promo (opsional).

2. Media Sosial

Jika selama ini kamu menganggap bahwa media sosial hanya sebatas sarana untuk berbagi pengalaman, maka mulai sekarang kamu perlu tahu, bahwa dari medai sosial, kita juga bisa menambah penghasilan. Sebagai penghasilan sampingan atau mau dibuat serius, tentu ini kembali kepada pilihan masing-masing.

Figur presentase media sosial yang paling aktif diakses pengguna media sosial Indonesia Januari 2018 (We Are Social) | sumber: kompas.com

Indonesia adalah salah satu negara penyumbang pengguna media sosial terbanyak di dunia dengan lebih dari 130 juta jiwa. Hal ini tentunya menjadi pasar yang sangat besar bagi para pedagang online. Selanjutnya adalah bagaimana kemudian meriset dan membagi lagi golongan-golongan pengguna media sosial agar selanjutnya langkah-langkah bisnis yang hendak kamu kerjakan menjadi lebih efektif.

Langkah memulai bisnis di media sosial;

  • Riset produk yang akan dijual.
  • Riset pasar.
  • Membuat akun brand atau berbasis kata kunci.
  • Membuat konten dagang, semakin unik dan berkualitas semakin baik.
  • Mengikuti akun-akun calon pembeli, dengan harapan mereka penasaran dengan akun kita.
  • Melakukan promosi dengan endorsment ke para influencer di media sosial.
  • Memasarkan produk melalui iklan berbayar di media sosial.

3. Aplikasi di Ponsel Pintar

Ilustrasi ojek online | sumber: tribunnews.com

Aplikasi di ponsel pintar adalah salah satu solusi yang sangat mempermudah kita dalam hidup di era digital ini. Sedang galau, buka aplikasi lagu online. Sedang bosan, buka permainan online/offline. Ingin lihat-lihat barang, cukup sentuh aplikasi marketplace. Butuh tumpangan, tinggal pesan di aplikasi ojek/taksi online.

Secara garis besar, mencari penghasilan dari aplikasi ponsel pintar terbagi menjadi 4 jenis;

  1. Mengonversi penjualan langsung melalui aplikasi, seperti ojek online.
  2. Memanfaatkan iklan yang muncul di aplikasi.
  3. Menjual fitur premium aplikasi.
  4. Penjualan item di aplikasi.

Hanya saja, menggunakan aplikasi untuk bisnis terbilang cukup sulit bagi orang awam karena membutuhkan kemampuan developing yang tidak dimiliki semua orang. Belum lagi promosi yang harus dilakukan guna bersaing dengan kompetitor sehingga ada yang menggunakan aplikasi kita. Karena membutuhkan skill khusus dan dana yang tidak sedikit, biasanya penggunaan aplikasi untuk bisnis dikerjakan bersama-sama dalam sebuah grup start-up.

4. Website

Ilustrasi membuat website | sumber: rcdesign.com

Sengaja saya meletakkan website di akhir, karena ketiga platform sebelumnya belum sempurna jika belum memiliki website sendiri. Dengan kata lain, ini adalah bagian tak terpisahkan dari proses branding yang harus dilalui jika serius ingin membuat atau mengembangkan bisnis kamu.

Berbisnis di marketplace akan lebih maksimal jika kamu memiliki website sendiri. Selain pendataan pelanggan yang lebih tertata, ini akan menjadi alternatif bagi konsumen jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada marketplace yang kamu gunakan.

Menggunakan website kedepannya akan menjadi model bisnis online sejati. Yaitu saat seorang penjual tidak lagi perlu ribet-ribet meyakinkan pembeli soal kepercayaan, proses alot penawaran, ataupun ribet menghitung harga biaya pengiriman. Pembeli melihat produk dan deskripsi, memesan, transfer, barang pun dikirim.

Berbeda dengan aplikasi di ponsel pintar, walaupun untuk membuat website juga memerlukan skill dan biaya, tapi cenderung lebih mudah dan murah. Berbagai panduan cara membuat website sudah tersebar di dunia maya, baik itu untuk pribadi ataupun bisnis profesional. Apalagi sekarang ini sudah ada DomaiNesia yang menyediakan domain dan hosting murah untuk yang ingin memulai bisnis ataupun mengembangkan bisnis di era digital ini.

Idealnya, website bisnismu nantinya tetap dikombinasikan dengan marketplace ataupun akun bisnis yang ada di media sosial. Hanya saja, untuk transaksi, konsumen diarahkan untuk menggunakan fitur-fitur yang ada di website bisnis.

Selain untuk bisnis konvensional, di era digital ini, kamu juga bisa menggunakan website untuk mencari uang dari beberapa opsi lain, seperti memasang iklan dari Google, iklan berbayar, ataupun review berbayar. Pepatah “banyak jalan menuju Roma” cocok untuk platform ini jika kamu ingin mencari sebanyak-banyaknya penghasilan di era digital.

Langkah memulai bisnis di website;

  • Riset produk.
  • Membuat website dengan domain brand atau kata kunci.
  • Mengisi website dengan katalog produk yang menarik.
  • Memasang plugin-plugin bisnis untuk website.
  • Menghubungkan dengan akun media sosial dan marketplace.

Atau jika kamu ingin menghasilkan uang dari iklan, begini langkahnya;

  • Membuat website berdasarkan tema yang banyak peminat (atau bisa juga acak).
  • Mengisi website dengan konten-konten berkualitas sesuai tema terkait.
  • Mengoptimasi website agar konten muncul di Google Search. Hal ini guna mengundang sebanyak-banyaknya pengunjung ke website supaya pengiklan tertarik untuk memasang iklannya di website.
  • Mendaftar ke penyedia fitur iklan, seperti Google Adsense.
  • Memasang iklan di website.

Kesimpulan

Itulah tadi 4 platform yang bisa dimanfaatkan untuk memulai atau mengembangkan bisnis di era digital ini. Khusus bagi millenial, jangan sampai era digital ini hanya dipakai untuk hura-hura, saling pamer harta orang tua, apalagi kalau sampai dipakai untuk menyebarkan hoax dan isu SARA.

Yuk manfaatkan era digital ini untuk menjadi generasi yang lebih aktif, produktif, dan berguna. Jika belum bisa berguna untuk masyarakat luas, setidaknya bisa untuk diri sendiri dan keluarga. Semoga konten ini bermanfaat, salam!

Satu pemikiran pada “Bisnis Asik di Era Digital bagi Generasi Millenial”

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.